Tajam News

1.700 Eks Pedagang Pasar Weleri Akan Direlokasi ke Terminal Bahurekso

Kendal,Mediatajam.com – Pedagang pasar Weleri yang menjadi korban musibah kebakaran pada November 2020 berjumlah ada 2.200 pedagang, sebanyak 1.700 pedagang memiliki kartu kuning alias kartu keanggotaan pedagang yang sebelumnya memiliki kios dan los resmi di Pasar Weleri. Sedangkan 500 pedagang tidak memiliki Kartu  Kuning,yang nantinya akan direlokasi.

Sosialisasi dan musyawarah dilakukan oleh dinas perdagangan melibatkan semua pihak belum maksimal dikarenakan perwakilan dari 50 kios pedagang belum sepenuhnya hadir di Terminal Bahurekso pada Jum’at (12/3/2021) pengundian kupon ditunda.

Pasalnya, para pedagang sebagian besar belum mengetahui kondisi area terminal yang akan ditempati untuk berjualan. Ketua Paguyuban Pasar Weleri Bangkit, Suwarno mengatakan, para pedagang meminta dilakukan sosialisasi terlebih dahulu agar tahu persis kondisi terminal yang ditempati untuk berjualan nanti.

Semua pedagang ex Pasar Weleri yang terbakar akan dipindah di Terminal Bahurekso, baik yang sekarang menempati pasar kobong maupun di eks Terminal Weleri. Jumlah pedagang yang memiliki kartu kuning sekitar 1.700 orang.

“Para pedagang pada intinya minta disosialisasikan dulu, biar tahu persis denah dan tempatnya, sehingga akan membuat mereka mantap untuk bisa menempati di sini,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Perdagangan, Alfebian Yulando mengaku akan menjadwalkan ulang pengundian kios dan los. Rencananya akan dilaksanakan Senin (15/03/2021) nanti.

“Ini tidak gagal, hanya tertunda. Tapi pedagang yang kami kumpulkan sudah sepakat untuk nantinya menempati Terminal Bahurekso,” katanya.

Pengundian Lapak dan Los nantinya akan melibatkan perwakilan di masing-masing blok. Sehingga nantinya tidak ada komunikasi baik berupa informasi yang terputus.

Sedangkan rencana pembangunan pasar darurat di Terminal Bahurekso saat ini masih dalam proses perencanaan. Total anggaran yang akan digelontorkan ada sebanyak Rp 3,7 miliar. “April nanti akan kami lelang, Mei harapannya sudah ada pemenang dan bisa mulai dibangun,”  jelasnya.

Anggaran Rp 3,7 miliar tersebut menurutnya masih kurang. Sebab total anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 5 miliar. Sehingga ada kekurangan Rp 1,2 miliar.
“Kekurangannya akan kami cari bantuan dari Dana Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan (CSR),” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kendal Dico Mahtado Ganinduto meminta agar Dinas Perdagangan segera menyelesaikan relokasi pasar darurat bagi Pedagang Pasar Weleri di Terminal Bahurekso. “Yakni dengan mengedepankan asas keadilan. Musyawarah ini merupakan bagian dari proses mencari solusi bersama,” katanya.(Syifak)