Tajam News

11 Orang Sudah Dibebaskan, Beberapa Polisi Terluka Kena Lemparan Batu Ricuh Desa Wadas

PURWOREJO,mediatajam.com – Pasca demo ricuh kemarin di Desa Wadas Polres Purworejo , Brimob dan kodim 0708 Purworejo akhirnya membuka akses jalan Kabupaten Purworejo yang melewati Desa Wadas tersebut.

Sementara itu, menurut sumber di Polres Purworejo bahwa massa yang sempat diamankan 11 orang yang di duga sebagai provokator setelah diperiksa oleh petugas, sudah di bebaskan hari ini Sabtu (24/04/21) sekira pukul 11.30 wib dengan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Kejadian ricuh itu berawal ada masyarakat desa wadas yang ingin ikut sosialisasi oleh BPN dan BBWS terkait rencana pembangunan proyek strategis nasional bendungan bener di intimidasi warga lain dengan mengambil undangan yang sudah disebarkan, melakukan ancaman supaya tidak hadir dan menutup akses jalan masuk dan keluar desa termasuk jalan Kabupaten.

Akhirnya berdasarkan laporan masyarakat terkait penutupan akses jalan Kabupaten, Polres Purworejo dengan back up Pers Brimob dan Kodim 0708 melakukan upaya-upaya preemtif untuk mengimbau warga masyarakat agar tidak melakukan blokir jalan karena jalan merupakan fasilitas umum yang digunakan oleh masyarakat umum.

Himbauan dilakukan berulang kali dan ajakan untuk berdialog dengan LBH yang ada namun tidak ditanggapi

Kericuhan berawal ketika jalan menuju ke Desa Wadas di tutup oleh warga yang menolak tanah Desa Wadas yang akan diambil batu quarry untuk material pembangunan Bendungan Bener.

Sehingga aksi bentrok dengan petugas Polres Purworejo pun tak terelakan dijalan kabupaten yang melintas di Desa Wadas, pada Jumat (23/4/2021) siang.

Bentrok itu bermula saat petugas Polres Purworejo bersama TNI Kodim 0708 patroli dengan bersekala besar dan melintas di jalan kabupaten desa Wadas, sudah ada material pohon dan tiang listrik yang di tumbangkan warga menghalingi jalan serta bebatuan dengan ukuran besar yang di serakan di berbagai ruas jalan, ketika petugas hendak membersihkan material pohon dan ranting serta batu yang melintang dan menghadang di jalan raya warga tidak terima.

Pohon dan tiang listrik itu sengaja ditebang oleh warga, sebagai bentuk blokade atau halang rintang sebagai wujud penolakan warga atas rencana sosialisasi dalam rangka inventarisasi dan identifikasi bidang tanah oleh pihak yang berhak pengadaan tanah untuk kepentingan umum bagi pembangunan bendungan Bener di Balai Desa Wadas.

“Kami mendapat laporan jika terjadi penutupan jalan di Desa Wadas, maka kami bersama petugas kepolisian dibantu Brimob Kutoarjo dan anggota Kodim 0708 datang kelokasi untuk membuka jalan itu,” ungkap Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito, saat ditemui dilokasi kejadian.

Dijelaskannya, jalan yang ditutup oleh warga merupakan jalan umum dan jalan Kabupaten yang melintasi Desa Wadas, maka perlu bagi petugas untuk membuka akses jalan tersebut bagi kepentingan umum.

“Ini jalan kabupaten, tidak boleh kelompok masyarakat tertentu kemudian menguasainya dan melarang orang lain untuk melintas. Ini sama saja dengan mengganggu ketertiban umum sehingga harus ditertibkan,” tegas Kapolres.

Kapolres telah melakukan himbauan berkali-kali kepada warga, namun warga tetap tidak mengindahkan peringatan dan himbauan tersebut, Ratusan warga baik laki-laki dan perempuan yang tergabung dalam organisasi Gempadewa dan Wadon Wadas tetap bertahan dengan duduk menghadang polri dan TNI Lantaran himbauannya tidak di hiraukan, petugaspun terpaksa membuka blokade jalan dan membubarkan warga.

Anggota yang terluka akibat lemparan batu mendapat perawatan medis.

Dalam pembubaran itu, bentrokpun tak bisa dielakkan, warga kemudian melempari petugas dengan batu, petugas membalas dengan tembakan gas air mata. Sejumlah orang yang terindikasi sebagai provokatorpun diamankan dan dibawa oleh petugas. Petugaspun akhirnya berhasil membuka jalan dan membubarkan aksi warga.

Protap penggunaan kekuatan diterapkan sesuai prosedur dan proporsional sampai dengan tahap pembubaran masa, karena sudah mulai aksi-aksi provokasi dan anarkis dengan menyerang petugas dengan memukul menggunakan tangan kosong, kayu dan lemparan batu dan mengakibatkan 5 personil menderita luka, Kata Kapolres.

“Setelah kami cek mereka tidak kenal satu sama yang lainya. Dan itu merupakan orang luar bahkan bukan orang Purworejo yang sengaja akan mengganggu keamanan di Purworejo ini,” ujarnya.

Kapolres juga mengatakan, anggotanya yakni Ipda Supriyanto yang saat itu juga ikut dalam patroli tersebut mengalami luka di pelipis akibat lemparan batu dari warga dan saat ini mendapat perawatan dari medis.

“Tak hanya Ipda Supriyanto saja yang mengalami luka, ada beberapa personel yang juga terkena lemparan batu dari warga,”pungkas Kapolres.

Selanjutnya forkopinda purworejo akan melaksanakan rapat membahas penyelesaian masalah tersebut. **FRIN