Tajam News

Advokat harus Mampu Beradaptasi dengan Digitalisasi Perkara

Semarang,mediatajam.com – Situasi pandemi covid19 telah berdampak pada roda ekonomi masyarakat, bahkan terhadap profesi hukum, dalam hal ini adalah Advokat. Ketika ekonomi sedang lesu, maka jelas berpengaruh terhadap profesi advokat. Hal ini menjadi tantangan bagi Advokat untuk terus menjaga eksistensi dan profesionalismenya.

Tak hanya itu, era global saat ini juga harus disikapi advokat untuk terus meningkatkan kapasitasnya. Demikian disampaikan oleh Ketua DPC PERADI RBA Broto Hastono ketika membuka Focus Group Discussion (FGD) di Kantor DPC Peradi RBA, Jl Simongan No 123 Kota Semarang. (18/Sept/2020)

Broto menambahkan, FGD hari ini merupakan bagian dari tanggungjawab DPC untuk terus meningkatkan kualitas anggota. Sengaja kita pilih tema ini karena era global Advokat dituntut untuk paham dan mampu dari sisi teknologi.

Perkara di Pengadilan yang sudah menggunakan ecort oleh Mahkamah Agung RI hanya salah satu bagian dari digitalisasi perkara. Masih banyak ruang yang bisa dimanfaatkan oleh Advokat dalam era digital, layanan konsultasi online hingga informasi layanan lain berbasis teknologi. Advokat harus mampu beradaptasi dengan hal ini, ujarnya.

Shindu Arief advokat dan Kurator sekaligus Sekretaris DPC PERADI RBA menjadi pemantik diskusi. Menurutnya, layanan kepada masyarakat tidak hanya sekedar pendampingan hukum di Pengadilan.

Namun demikian juga menyediakan layanan informasi hukum bagi masyarakat. Kita biasa membuat konten kreatif lewat Youtube mengenai berbagai problematika hukum masyarakat. Selain berbagi pengetahuan bagi masyarakat, secara otomatis masyarakat dapat menilai bagaimana kualitas kita dalam pendampingan perkara, jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Karman Sastro, Dosen FH Unisbank Semarang yang juga berprofesi sebagai Advokat ini konsentrasi diri membuat Chanel Youtube Jangan Bingungan. Kita biaasa menjawab pertanyaan masyarakat, misalnya bagaimana jika pekerja mengalami PHK hingga mendapatkan bantuan hukum Cuma Cuma. Kedepan barangkali perlu dibuat Wibeside khusus untuk memberikan layanan bantuan hukum, harapnya.

Sejumlah advokat anggota DPC PERADI RBA dan mahasiswa ikut sebagai peserta aktif dalam diskusi ini. DPC PERADI RBA akan menggelar diskusi rutin dikemas dalam bentuk Kopi Bareng (KOBER) PERADI RBA Demikian diinformasikan oleh Ketua Panitia Soeyanto.**FRN/KRM