Tajam News

Akibat Dollar Naik ,  Presentase Hasil Pengerjaan Puskesmas Sumber Luput Dari Target

REMBANG,Mediatajam. Com – Pengerjaan Puskesmas Sumber telah berjalan selama 70 hari dari total 140 hari masa kerja, mulai dari tanggal 1 Agustus 2018 lalu, sampai Selasa (9/10/18). Namun, selama masa kerja itu hanya menghasilkan 16 persen hasil pengerjaannya

Direktur PT Nahendra Putra, Bambang Sugito selaku rekanan pengerjaan proyek tersebut mengakui, presentase hasil pengerjaan itu sebenarnya luput dari target awal. Sebelumnya ia menargetkan per 70 hari masa kerja harusnya sudah 36 persen pengerjaan, namun meleset.

Ia menyebut kondisi tersebut lantaran pengadaan material yang sempat terganggu beberapa waktu lalu. Bahkan ia mengakui, kenaikan harga dollar juga mempengaruhi harga material sehingga anggaran pembelanjaan menjadi membengkak.

“Memang kendala kemarin dari material lah. Kendala material yang sifatnya belum bisa terpenuhi di lapangan. Tapi untuk saat ini kita sudah maksimal lah, jadi di minggu ini saya sudah koordinasi dengan teman-teman lapangan untuk kebutuhan material kita penuhi semua,” kata Bambang saat ditemui di lapangan, Selasa (9/10/18).

Untuk memenuhi target masa pengerjaan, Bambang mengakui kedepan akan menerapkan sistem lembur. Selain itu, ia juga akan menambah jumlah pekerja dari yang semula 50 pekerja, akan ditambah menjadi 80 orang pekerja.

“Ini kita gebut dengan menerapkan 2 shift, yakni pekerjaan dibagi menjadi dua, siang dan malam mungkin sampai jam 10. Kalau material sudah datang penuh, kita akan jalan 3 shift, mungkin siang, malam, terus sampai jam 3 pagi. Pekerjanya juga akan kita tambah,” terangnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, 16 persen proses pengerjaan bangunan Puskesmas Sumber itu seperti pengerjaan pondasi dan tiang bangunan. Sesuai gambar rancangan, bangunan akan dibuat bertingkat 2.

Adapun proyek Puskesmas Sumber sesuai hitungan kalender ditargetkan harus sudah selesai pada pertengahan Desember mendatang. Dalam pengerjaan itu, menggunakan dana APBD Kabupaten Rembang Tahun 2018 sebesar Rp 5,6 Milyar. (Hasan Yahya)