Tajam News

Banyak Pejabat Yang Pindah Enggan Melunasi Hutang Koprasi BWK KPH Mantingan

Rembang ,mediatajam.com – Koperasi Bina Wana Karya (BWK) Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun 2021 di halaman kantor KPH setempat Kamis (25/02)

Hadir dalam RAT Administratur KPH Mantingan Widodo Budi Santoso selaku Pembina Koprasi BWK ,Pejabat Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Rembang (DinindagKop UMKM) Sri Setyani Rahayu, Ketua Dewan Pimpinan Koperarasi Daerah (Dekopinda)
Hadi Sutopo, dan Pusat  Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Sutopo dan 9 Komisariat Daerah (Komda) wilayah KPH Mantingan.

Dalam rapat RAT Koprasi BWK KPH Mantingan yang digelar secara protokol kesehatan itu diketahui masih ada pejabat yang telah pindah tugas belum melunasi pinjaman

Ketua Dekopinda Hadi Sutopo memberikan Apresiasi Kepada Primkokar BWK KPH Mantingan yang dapat melakukan RAT tepat waktu yang digelar saat Pandemi
Sutopo menyebutkan Jumlah Koperasi di Kabupaten Rembang dari tahun ke tahun makin menurun dari 500 koperasi saat ini hanya tinggal sekitar 248 atau separohnya 50% .
Kami ingin membangun sektor Perkoperasian di Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah  (RPJMD) periode ini lebih baik.” Lanjut Hadi Sutopo koperasi nantinya yang ada harus betul-betul sehat dan mumupuni untuk mensejahterakan anggotanya.
Untuk badan Koperasi ini harus terus bergulir ,karena didalam Nomenklatur di Kementrian melekat sekaligus Koperasi dan UMKM makanya di RPJMD kita harus meningkat dan tumbuh lebih baik lagi.
Untuk di kabupten Rembang peran koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 5% saja.”terangnya

Suharis Muji Widodo Ketua Koperasi
2 periode yang akan habis masa baktinya pada tahun 2021 ini menuturkan bahwa untuk perhitungan SHU tahun 2018 rencana
Rp. 98.205.083,- realisasi
Rp.154.246.897,-  prosentase 157 %, tahun 2019 rencana Rp. 99.713.764,-  realisasi Rp. 104.057.211 prosentasenya 104 % dan untuk tahun 2020 rencana Rp. 92.136.418,- realisasi Rp.109.556.248,- . dengan prosentasi 118 5. Sedangkan Modal sendiri tahun 2018 2,9 milyard tahun 2019 3 miliar dan tahun 2020 mencapai 3,4 miliar

“Program  kerja pengurus selama
2 periode ini sudah cukup maksimal.
Kami sudah menyelesaikan hutang-hutang para pejabat yang pindah ke KPH lain untuk melunasi pinjaman di Koperasi BWK.’terangnya

Selain itu kata Haris pihaknya juga telah mengadakan penagihan langsung ke peminjam.
Secara sadar sudah ada beberapa peminjam yang mengembalikan.
Dari tahun 2015 kredit macet sampai tahun 2020 dapat kami selesaikan. faktor macet ya pindah KPH dan
daerah lain.

“Namun ada juga yang masih membandel tidak mau mengangsur.
mereka yang sulit mengangsur ada yang  berada di Direksi Jakarta,
KPH Purwodadi,KPH Semarang dan KPH Kedu Selatan.
Upaya kami yang terakhir yang harus dipotong saat yang bersangkutan memasuki masa Pensiun.

“Kami sudah melayangkan surat
ke Ketua Koperasi di beberapa
KPH tujuannya untuk dapat memotong yang bersangkutan.
Namun ,ada juga yang tidak berani memotong.”bebernya

Sementara itu Farid Nurdiyanto Salah satu anggota Koperasi BWK sangat berharap mereka yang pindah ke KPH lain secara sadar untuk mengembalikan pinjaman.
Kami yang staf aja harus mengembalikan pinjaman sampai lunas.

Harusnya mereka malu ,mereka kan pejabat semua dan membuat citra buruk sebagai seorang pimpinan.
Itu kan uang anggota yang seharusnya dikembalikan dan jangan diulur ulur. Pinjamnya aja gampang, tapi saat pindah tugas kok gak mau menyelesaikan kewajibannya pelunasan sebagai anggota koperasi.” bebernya

Dari hasil Musyawarah oleh Team Formature disepakati Ketua Koperasi Primkokar Bina Wanakarya periode 2021 – 2023 yang baru adalah  Sugianto,Sekretaris Joyo Suwito , bendahara Sunaryanto, Untuk badan Pengawas Ketua Edy Pramono,Anggota Ismartoyo dan Sri Mugiharti. (San)