Tajam News

BMKG Ajak Masyarakat Antisipasi Fenomena Lalina Di Jawa Tengah

Semarang.Mediatajam.Com.Fenomena La Nina diperkirakan terus berkembang mencapai intensitasnya pada akhir 2020 dan mulai minigkat pada Januari hingga Febuari 2021.Dampaknya pada peningkatan curah hujan bulanan antara 20 hingga 40 persen diatas normal.

“Untuk wilayah Jawa Tengah sendiri mulai bulan Oktober -November sudah memasuki musim hujan dengan devifisi musim hujan 50 mili meter dalam satu dasarian ada tiga dasarian berturut turut ,apa bila curah hujan itu sudah di atas 50 itu tandanya sudah mulai masuk musim hujan.”ujar Tuban selaku kepala stasiun klimatologi Semarang /koordinator BMKG Jateng dalam Prime Topik,bertema’Mitigasi Dan Siaga Fenomena Lalina’ yang di siarkan Radio MNC Trijaya FM di Gets Hotel Semarang Senin (19/10/2020).

Menurut Tuban, terkait lalina yang mempengaruhi curah hujan yang sangat tinggi saat ini kata dia masih dalam proses peralihan dari monsun Australia ke moncun Asia namun saat ini masih dominan dari monsun Australia artinya masih dalam panca roba .

“Nanti mulai Nopember curah hujan mulai meningkat Desember, Januari yang di perkirakan hingga sampai bulan Februari,”jelas Tuban.

Untuk itu masyarakat di minta mulai mewaspadai dengan adanya fenomena lalina ini dengan mulai membersihkan parit -parit maupun pohon yang tinggi agar disaat hujan aiar akan mengalir dengan lancar,dan ketika ada angin pohon tidak banyak yang tumbang sehingga dapat menimbulkan korban jiwa.

Selin itu juga para petani atau siapa saja yang di daerah terbuka di tanah lapang juga harus di hindari karena kalau hujan mendung ada petir mereka bisa juga tersambar.

“Secara umum semua wilayah di Jawa Tengah ada potensi adanya angin kencang dan puting beliung tandanya, kalau ada awan yang menjulang tinggi itu bisa menjadi angin yang kencang dan bisa menjadi puting beliung termasuk petir cuma biasanya itu yang terdampak wilayah yang terbuka karena kalau angin itu ada gesekan kecepatanya akan berkurang.

“Selain angin dan hujan yang juga harus di waspadai adalah Gelombang tinggi yang biasanya pada saat puncaknya musim hujan atau musim kemarau ,kalau di Jawa Tengah itu antara bulan Desember ,Januari,Februari itu biasanya gelombangnya bisa tinggi “imbuhnya.

Sementara,Abdul Hamid Ketua Fraksi Komusi E DPRD Jateng mengatakan.Terkait Lalina mulai saat ini ia sudah mendorong pemerintah
daerah,Kabupaten,Provinsi dan semua beberapa pihak yang memang terkait langsung dengan hal tersebut.untuk Mempersiapkan segala sesuatunya.

“Terkait Lalina tadikan ada area sektor yang terdampak seperti di pertanian,perhubungan,dan perikanan ,simulasi pemerintah harus mulai bisa bagaimana memetakan kondisi ,contoh,kalau nelayan tidak bisa melaut itu bagainana dampaknya artinya mengatasinya bagaimana.”bebernya.

Di harapkan ,Provinsi nantinya juga bisa berpotensi untuk mendorong semacam asuransi pertanian dan ansuransi perikanan karena di sini harus ada pola ferifikasi,koordinasi sampai tingkatan kabupaten sampai desa dan akumulasinya sampai berapa sehigga beban anggaranya dapat di ketahui secara detail .

“Kalau Lalina,yang hampir di pastikan nelayan tidak bisa melaut yang tersebar di berbagai daerah di Jawa tengah seperti di di daerah selatan yakni,area Purworejo sebagian,Kebumen,Banyumas dan cilacap.yang gelombangnya bisa naik sekitar 2 sampai 4 meter di tambah kapal kapalnya kecil -kecil sehingga mereka tidak berani melaut .

Terkait mitigasi maupun peta bencana menghadapi Lalina di jawa tengah AbdulHamid,menjelaskan,bahwasanya kebencanaan utu sudah di koordinasi langsung oleng BMKG secara nasional dan detail .”Sejak beberapa puluh tahun lalu mereka sudah punya peta rawan bencana di berbagai daerah dan kita partisipasi dengan BPBD juga setiap taunya mensosialisasikan hal tersebut sehigga BMKG ini sebagai pusat informasi untuk selalu meng Updite ,”pungkasnya.**Tomo