Tajam News Kriminal

BNN Jateng Berhasil Ungkap Peredaran Narkotika Jenis Tembakau Gorila di Batang

BATANG,MEDIATAJAM.COM – Tim gabungan BNNP Jateng bersama BNNK Batang dan Kanwil Bea Cukai Jateng & DIY berhasil membongkar peredaran narkotika jenis tembakau Gorila (Synthetic Cannabinoid) yang terjadi di wilayah Kabupaten Batang Jawa Tengah.

Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Benny Gunawan mengatakan berawal adanya informasi dari Kanwil Bea dan Cukai Jateng & DIY, bahwa akan ada paket diduga narkotika jenis Tembakau Gorila yang akan dikirim ke wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah

“Dari pengungkapan kasus tersebut, petugas mengamankan seorang pengedar narkotika berinisial AAK (24) seorang karyawan swasta pengolahan ikan yang tinggal berdomisili di Kelurahan Klidang Lor, Kecamatan Batang Kota, Kabupaten Batang,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/3).

Selain tersangka, petugas juga berhasil menyita narkotika jenis tembakau Gorila sebanyak dua paket. Setelah dilakukan pengembangan dan menginterogasi tersangka, petugas mendapati lagi 2 paket narkotika. Total 4 paket narkotika tembakau Gorilla tersebut seberat 58,86 Gram (bruto).

“Tersangka AAK ditangkap petugas tim gabungan pada Rabu (24/2), sekira pukul 13.00 Wib, di sebuah kantor perusahaan jasa pengiriman di Jl. Dr. Wahidin No. 54B Batang, saat tersangka datang mengambil paket,” jelas Benny.

Disampaikan Benny, jika tersangka AAK merupakan pengedar narkotika jenis Tembakau Gorila yang beroperasi di wilayah Batang. Tembakau Gorila tersebut dijual eceran dengan harga terjangkau (Rp. 50.000-100.000) kepada para anak-anak dan remaja usia 17-21 tahun di lingkungannya.

“Dari hasil penyidikan, tersangka AAK sudah setahun beroperasi menjalani profesinya tersebut. Untuk mengelabui petugas, paket-paket narkoba tersebut disamarkan dan dicampur dengan pakaian dan sepatu bekas,” jelas dia.

“Setelah dilakukan uji laboratorium, Tembakau Gorila tersebut merupakan Narkotika Golongan I jenis MDMB-4en PINACA yang mempunyai efek 4 kali lebih berat dibanding ganja,” imbuh Brigjen Pol Benny Gunawan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka AAK dijerat Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 (Primer), 112 (Subsider) Juncto Peraturan Menteri Kesehatan No. 4 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Penggolongan Narkotika.

“Pengungkapan kasus ini merupakan sinergitas dan kerjasama antara BNNP Jateng, BNNK Batang dan Kanwil Bea Cukai Jateng & DIY. Serta implementasi Tim Interdiksi Terpadu Provinsi Jateng dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji mengapresiasi BNN Kabupaten Batang yang juga memiliki program Bersinar atau bersih narkoba.”Saya apresiasi pencegahan yang dilakukan BNN Batang yang terus sambangi desa-desa lakukan sosialisasi bahayanya narkoba,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mensukseskan hal tersebut harus ada sinergi antara BNN, Polri, TNI dan Pemkab Batang melakukan gerakan bersama pencegahan. “Pencegahan penyalahgunaan narkoba menjadi tanggung jawab kita bersama untuk meminimalisir masyarakat tidak terkontaminasi narkoba,” tutur Wihaji.

Ia juga meminta kepada pihak kepolisian agar menindak tegas bandar dan pengedar narkoba yang melakukan operasi di Batang.**SYF