Tajam News

Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap,Warga Batang Ini Berurusan Dengan Polisi

SAS(20)warga asal Kab.Batang hanya bisa tertunduk malu saat gelar Perkara di Polrestabes Semarang pagi tadi.

Semarang.Mediatajam.Com.Polrestabes Semarang berhasil mengamankan seorang pelaku pembuangan bayi,Diketahui pelaku berinisial SAS (20) warga Kabupaten Batang adalah asisten rumah tangga di Jalan Batan Miroto 3, Semarang Tengah.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Auliansyah Lubis mengatakan, pengungkapan itu berawal adanya laporan masyarakat setelah menemukan bayi dibuang di tempat sampah.Berdasarkan laporan tersebut Polsek Semarang Tengah dan Polrestabes Semarang melakukan penindakan dan ditemukan pelaku yang membunuh serta membuang bayi itu di tempat sampah.

“Setelah kami interogasi ternyata bayi itu adalah bayi pelaku berinisial SAS,”ujar dia saat gelar perkara didampingi oleh Kasatreskrim AKBP Indra Mardiana, dan Kanit Resmob Iptu Reza Arif Hadafi di Mapolrestabes Semarang, Senin (28/12/2020).

Lebih lanjut Kombes Aulia memaparkan,alasan tega membunuh dan membuang bayi malang tersebut karena calon bapaknya meninggal dunia beberapa bulan lalu. Sementara pelaku mengandung anak dari hasil hubungan diluar nikah.

“Ibu ini (pelaku) mengandung anak dari bapaknya hasil hubungan bukan suami istri. Mereka berdua melakukan hubungan sejak masih pacaran dan bapaknya meninggal beberapa bulan lalu,”jelasnya Kombes Aulia.

Menurutnya, pelaku bingung karena anak yang dilahirkannya tidak memiliki bapak. Akhirnya mengambil jalan pintas membuang bayi itu setelah dilahirkan.

“Sebelum melahirkan ibu ini sudah datang ke keluarga bapak dari calon bayi itu. Namun keluarga pacar pelaku tidak mau tahu kondisi pelaku,”bebernya.

Oleh sebab itu, lanjutnya Kombes Aulia,pelaku mengambil jalan pintas dengan cara menggugurkan. Pelaku berusaha memakan apapun agar bayi itu tidak bernyawa.

“Berdasarkan keterangan bayi itu dilahirkan dalam kondisi masih hidup. Tubuhnya masih bergerak-gerak. Namun saat ditemukan bayi itu dalam kondisi meninggal dunia,”terangnya.

Kombes Aulia menambahkan bayi itu dilahirkan saat usia kandungan 7 bulan. Bayi itu ditemukan sehari setelah dilahirkan pelaku.

“Bayi itu dilahirkan di tempatnya bekerja,begitu pelaku merasa mulas, bayi dilahirkan disana dan pelaku melahirkan sendiri bayi itu tanpa adanya bantuan orang dengan mengejan dan lahirlah jabang bayi tersebut.Karena tidak ada bapaknya lalu si ibu itu mengambil jalan pintas membuang bayitersebut,”pungkasnya.

Selanjutnya,pelaku dijerat dengan pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat 3 dan 4 UU Nomor 35 tahu. 2014 tentang perlindungan anak. Pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 3 Miliar.** Frin/Uut