Tajam News

Bupati Mengajar , Disiarkan Langsung Tiga Stasiun Radio Lokal

REMBANG,mediatajam.com -Demi melihat langsung kondisi pendidikan di wilayahnya, terutama dalam proses mengajar, Bupati Rembang Abdul Hafidz berinisiatif mengajar di sekolah. Selasa (8/10) , giliran ratusan siswa siswi SMPN 1 Gunem bertemu orang nomor satu di kota Garam tersebut.

Pada kegiatan yang juga disiarkan langsung oleh tiga stasiun radio lokal, Bupati Hafidz, para guru dan siswa pun berdialog dengan gaya komunikatif. Kepada para murid, Bupati melontarkan sejumlah pertanyaan, tes hapalan Pancasila hingga menyanyikan lagu kebangsaan. Bagi yang berhasil menjawab dengan benar pun diberikan hadiah.

Dirinya juga menyemangati para siswa agar memiliki cita cita yang tinggi, namun tak harus berpatokan atau ambisius dengan apa yang dicita- citakan. Pasalnya manusia hanya bisa berusaha namun jalan akhir yang menentukan tetap Allah Swt.

“Yang terpenting belajar dan belajar dulu, menuntut ilmu yang rajin. Soal nanti kita jadi apa kita jalani saja, seperti saya dulu tidak pernah membayangkan bakal jadi Bupati seperti sekarang,” ungkapnya.

Sesi dialog juga dimanfaatkan Siswa dan guru SMPN 1 Gunem untuk menyampaikan beberapa permintaan. Antara lain tentang penambahan kamar mandi, rehab gedung serbaguna dan rehab ruang kelas yang sudah rusak serta belum adanya gedung lab komputer.

Untuk bantuan penambahan kamar mandi, kata Hafidz, rencananya dipenuhi tahun 2020 mendatang dengan sarana prasarana lainnya. Termasuk gedung serbaguna yang saat ini masih terbuka, akan dicoba di perubahan tahun 2020. Namun jika tidak memungkinkan akan dipenuhi 2021 menggunakan APBD Kabupaten. “Untuk lab TIK dan ruang kelas 2020 perencanaan sehingga dilaksanakan 2021,” katanya.

Lebih lanjut Bupati Hafidz juga menyoroti kondisi lingkungan di sekolah tersebut, menurutnya masih jauh dari kata rindang. Sehingga Ia meminta pihak sekolah bisa berupaya untuk membawa sekolah tersebut menjadi sekolah Adiwiyata.

“Saya minta PT.Semen Gresik bisa membantu SMPN 2 Rembang untuk menjadi sekolah adiwiyata. Karena dengan lingkungan yang mendukung, oksigen yang bagus juga berpengaruhi terhadap siswa lebih sehat dan dapat berpikir dan menangkap pelajaran yang diajarkan guru lebih baik,” tandasnya.(san)