Tajam News

Dampak Banjir Sayung, Jenazah Ini Naik Perahu Karet

Semarang ,mediatajam.com – Akibat banjir selama 13 hari di Desa Sayung Kecamatan Sayung Kabupaten Demak bukan hanya menyulitkan warga yang masih hidup. Seorang jenazah atas nama Marsinah (60) pun harus ditandu mengunakan perahu karet untuk sampai dipemakaman.

Kepala Desa Sayung Munawir mengatakan, almarhum dibawa ke tempat pemakaman karena ketinggian air setinggi antara 1-1, 5 meter. Padahal jarak antara rumah duka dan makam sekira 2,5 Km.

“Ada 5 dukuh di Desa Sayung yang kebanjiran selama 13 hari terakhir. Ketinggian antara 1- 1, 5 meter,” ujarnya, Kamis (11/2/2021).

Almarhum dikatakan Munawir meninggal di rumahnya Dukuh Lengkong Rt. 04/07 Desa Sayung. Almarhum meninggal karena sakit yang dideritanya.

“Almarhum sebelumnya sudah sakit tua,” ucapnya.

Karena sedang banjir, jenazah dibawa ke pemakaman menggunakan perahu karet sejauh 2,5 Km. Namun untuk tempat pemakaman tidak terkena banjir.

“Kalau makam sudah aman dari banjir karena sudah ditinggikan,” bebernya.

Disisi lain Munawir menambahkan, saat ini warganya membutuhkan pakaian, selimut, peralatan bayi dan makanan siap saji. Selain itu juga pompa air untuk menyedot banjir.

“Banjir ini sudah 13 hari, tau sendirilah kebutuhannya apa saja, karena desa kami terisolasi. Yang pasti tentu pakaian, makanan, dan pompa air,” tandasnya.**SF/DN