Tajam News

Dapat Kabar Akan Ada Evaluasi Kebijakan Alat Tangkap Ikan , Nelayan Cantrang Rembang Gelisah

REMBANG,mediatajam.com – Mendapat kabar akan adanya rencana evaluasi kebijakan alat tangkap ikan nelayan cantrang oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono membuat sejumlah nelayan di Kabupaten Rembang g

Sebelumnya saat Susi Pudjiastuti menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan , alat tangkap ikan nelayan cantrang tersebut dianggap merusak ekosistem sumber daya laut.
Sedang saat Edhy Prabowo yang terakhir menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan sebelum Trenggono justru mengizinkannya.
Edhy menilai semua alat tangkap ikan sama saja, asal penggunaannya bisa sesuai aturan.

Menanggapi akan adanya rencana evaluasi kebijakan itu Ketua Asosiasi Nelayan Dampo Awang Rembang Suyoto mengatakan kebijakan cantrang oleh Menteri sebelumnya sudah mulai lancar, mulai dari syarat administrasi, surat-surat dan sebagainya.

“Saya berharap kebijakan Menteri baru terkait rencana evaluasi cantrang ini segera ada kejelasan.
Sebab, saat ini para nelayan di sejumlah wilayah terutama di Kabupaten Rembang sendiri sudah merasah gelisah karena belum adanya kepastian,”terang Suyoto Sabtu (9 Januari 2021)

Lebih lanjut Suyoto menjelaskan saat ini nelayan Rembang sudah taat pada peraturan. Apabila melaut , mereka harus dilengkapi dengan surat-surat. Pada bulan Maret 2020 lalu saat izin cantrang sudah berakhir, para nelayan di Rembang juga bergegas melakukan pengurusan perpanjangan izin cantrang.

“Kami berharap kepada pemerintah provinsi dan pusat untuk secepatnya mengeluarkan atau memberi kesempatan agar para nelayan bisa bekerja dengan lancar, tentunya kebijakan cantrang segera ditetapkan,” pintanya

Suyoto menambahkan memang saat ini pihaknya menemui sejumlah kendala, seperti kepengurusan perpanjangan izin cantrang melalui sistem online. Dikarenakan masih ada nelayan yang belum siap dengan hal tersebut.
“Semua nelayan Rembang jika melaut kalau tidak dilengkapi surat dan dokumen komplit ya tidak berani,” terangnya.

“Apabila cantrang tidak diperbolehkan, nantinya akan berdampak pada nelayan. Sebelumnya terkait izin cantrang kami sudah melakukan kajian, dan beberapa kali bahkan difasilitasi dari akademisi. Bahwasannya cantrang bukan alat tangkap yang tidak serta merta merusak terumbu karang. Memang semua pekerjaan pasti ada segi positif dan negatifnya,” tandanya (San)