Tajam News

Dermaga 2 dan 3 Ditutup, Pemkab Uraikan Aktivitas Dapat Dilakukan di Dermaga 1

REMBANG,mediatajam.com – PT. AHK melayangkan surat keberatan kepada Kantor UPP Kelas III Rembang lantaran ada penutupan dermaga 2 dan 3 beberapa waktu lalu.

Dari informasi yang ada, di mana Kantor UPP Kelas III Rembang telah menerbitkan surat pemberitahuan penertiban aktivitas yanh dinilai tak berijin selama bertahun-tahun di pelabuhan itu. Sehingga penertiban itupun nantinya dinilai dapat menekan angka kerugian negara.

Meski keberatan itu telah dilayangkan oleh pihak tersebut lantaran dapat mengganggu aktivitas baik bongkar muat dan sejenisnya, namun pihak Pemkab pun menjabarkan jika di dermaga 1 pun bisa menanganinya secara resmi dan baik.

PJs Bupati Rembang Imam Maskur melalui Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Rembang, Edi Handoyo mengingatkan bahwa Pelabuhan Rembang Terminal Sluke dapat menangani bongkar muat barang tiga juta ton per tahun.

Tak hanya itu, Pemkab juga menginginkan bongkar muat barang lewat pelabuhan ini bisa mencapai 7 Juta ton per tahun.

“Letak geografis Pelabuhan Rembang sangat bagus. Kedalamannya alami bisa mencapai 7 sampai 10 meter. Potensi barang yang melalui pelabuhan ini ada batu bara (bongkar) dan batu split, batu gamping, garam (muat) cukup besar,” kata dia.

Edi menandaskan pemerintah pusat telah mendukung pengembangan Pelabuhan Rembang Terminal Sluke. Namun untuk pengembangannya, masih dalam proses.
Padahal, dana sudah tersedia, karena ada investor dari Perancis yang berminat bekerja sama untuk membangun pelabuhan Rembang.

“Kita menunggu konsesinya dulu,” kata dia.

Di satu sisi, Edi juga mengakui sudah tak sabar melihat pelabuhan tersebut dibangun. Mengingat, potensinya yang cukup besar. Oleh sebab itu, pihaknya terus berupaya supaya pemberian konsesi oleh Kementerian Perhubungan segera diwujudkan.

“Mudah-mudahan tahun 2020 ini bisa diberikan konsesinya,” harapnya.

Pendapat Edi diamini Kepala Kantor UPP Kelas III Rembang, Fery Agus Satrio.
Menurutnya, potensi perekonomian di Kabupaten Rembang dan sekitarnya cukup lumayan. Karenanya, kalau Pelabuhan Rembang bisa dikembangkan, dibangun secara layak pasti dapat maju.

“Saya dengar akan ada investor yang sudah siap bekerja sama untuk membangun dan mengembangkan Pelabuhan Rembang, positif sekali. Mestinya kalau ada masalah diselesaikan dengan hati, jangan menggunakan kekuatan (otot),” tegasnya.(San)