Tajam News

Dinilai Memprihatinkan,Transportasi Umum Harus Cepat Ada Tindakan Dari Pemerintah

Semarang.Mediatajam.Com.Hadi santoso wakil ketua Komisi D DPRD Prov Jateng menyebut,Bahwa di masa Pandemi Covid -19 Transpotasi Umum saat ini sangat memprihatinkan,hal itu di sebabkan adanya berbagai faktor yang di terapkan pada masa Pandemi ini.

“Brberapa waktu lalu kita sempat ngobrol dan berdialog juga kepada beberapa pelaksana,pengelola juga terminal terminal yang di kelola oleh Dinas Perhubungan memang kondisinya bisa di bilang memprihatinkan karena, bukan hanya transportasi saja masa sekarang ini sebenarnya hanya sektor pertanian saja yang mengalami kenaikan positif tetapi yang lain semuanya terpuruk.”ujar Hadi saat menjadi pembicara Prime topik dengan tema’Nasib Transportasi Umum Di Masa Pandemi’ yang di siarkan langsung Radio MNC Trijaya FM di Noormans Hotel Semarang selasa (25/8/2020).

Menurut Hadi,karena saat ini semuanya dalam kondisi yang memprihatinkan,pertumbuhan yang negatif justru sangat menghawatirkan,mencemaskan jika nanti tidak ada interfensi dari pemerintah untuk bisa membangkitkan lagi,kaitanya dengan transportasi umum saat ini yang di perlukan oleh masyarakat
maupun penikmat transportasi umum yaitu adanya jaminan kesehatan.

“Jadi Terkait New normal ini harus bener benar di rasakan oleh masyarakat ,karena saat ini tidak ada murah,tidak ada mahal tidak ada apapun pendekatanya masyarakat itu keluar tidak keluar pakai sarana atau tidak pakai sarana indikator pertama ya kesehatan.” Imbuh Hadi.

Untuk itu Hadi berharap,pemerintah harus bisa bertindak cepat dan tepat dalam mengambil kebijakan penyelamatan pengusaha dan para awak angkutan umum. Karena, persoalan yang dihadapi cukup beragam dan bertambah berat bebannya jika pemerintah tidak segera ambil tindakan.

Sementara itu,Kepala Dinhub Jateng Satriyo Hidayat mengakui bahwa transportasi darat saat ini memang menjadi yang paling terdampak akibat pandemiĀ  Covid-19 ini Bahkan menurutnya sudah ada pengusaha bus pariwisata yang mengajukan pengalihan status dari layanan pariwisata menjadi layanan umum.

“Selama masa pandemi -19 ini load factor bus angkutan umum terus mengalami penyusutan antara 15 hingga 20 persen, Kondisi ini semakin parah, dan membuat pengusaha bus angkutan wisata kemudian meminta pengalihan status dari layanan pariwisata menjadi layanan transportasi umum.”bebernya.

Untuk mengubah ke AKDP lanjut Satriyo,pihaknya telah menyiapkan rute yang bisa diterima semua pengusaha karena segmennya tidak di ekonomi namun segmennya point to point tertentu.** Tomo/Sef