Peristiwa

Dibalik Prahara Pantai Karangsong Indramayu

Indramayu,mediatajam.com – NYI Ratu Kidul adalah sesosok roh atau dewi legendaris Indonesia yang sangat populer di kalangan masyarakat Pulau Jawa dan Bali.

Sosoknya dipercaya menjadi penguasa pantai selatan hingga memiliki kerajaan di sana.Banyak orang yang kemudian penasaran dengan kisah Nyi Ratu Kidul yang terus melegenda bahkan hingga saat ini .

Tokoh ini dikenal sebagai Ratu Laut Selatan (Samudra Hindia), menjadi sosok sentral Pantai Selatan Jawa yang keberadaannya masih menjadi misteri. Tak sedikit masyarakat meyakini sosok gaib itu benar-benar ada dan bersemayam di selatan Pulau Jawa, namun ada pula yang beranggapan Nyi Ratu Kidul tak lebih dari sosok rekaan warisan cerita orang-orang tua dahulu.

Berkulit kuning langsat dan memiliki Taring Kecil di Gigi, Kecantikan Nyi Ratu Kidul Disebut Tak Tertandingi oleh para ratu jin nusantara.
Banyaknya cerita mistis yang beredar tersebut seolah semakin mengokohkan keberadaan Sang Ratu.

Mau tidak percaya, namun berbagai peristiwa maupun penampakan kerap terjadi seperti menguatkan eksistensi Nyi Roro Kidul. Kisah seram tentang Pantai Selatan dan penunggunya tak henti menjadi kontroversi.
Berawal viralnya video mistis dengan judul, “ Kesurupan nyi ratu kidul di karangsong karena telat memberikan makan berupa kepala kerbau “ ( lihat di youtube ).

Ratu kidul tersebut masuk merasuki seoarang penduduk setempat ( Karangsong indramayu ), membuat resah masyarakat, karena mengancam dan menteror dengan mengatakan ingin meminta tumbal jika tidak di berikan kepala kerbau secepatnya, bahkan sudah beberapa tumbal yang ratu kidul ambil ( pengakuan jin nyi ratu kidul ), hal ini membuat masyarakat menjadi resah, sehingga banyak rumor dan informasi yang tidak jelas, dan bisa mengganggu aqidah, iman dan kondisi batin para nelayan dan masyarakat.

Berbekal informasi video mistis tersebut, dan beberapa informasi dari orang-orang yang merasa resah dengan teror dan gangguan yang mengaku nyi ratu kidul tersebut, dengan niat karena allah dan meluruskan informasi yang simpang-siur, pada malam minggu 20 JUNI 2020, team investagasi spiritual hikmah al-a’dzom dan supranatural dari pesantren pesulukan Al-Linglung, dan para pesuluk ‘A-sho sulhon mencoba untuk menguak tabir mistis dan mengungkap rahasia di balik cerita mistis Nyi ratu kidul di pantai karangsong indramayu, pada jam. 19:00 wib, salah satu santri dan team ‘A SHO SULTHON dari PP.AL-LINGLUNG, ke pantai karangsong untuk melihat lokasi yang akan di jadikan tempat investigasi spiritual supranatural, ternyata di pantai karangsong, sudah berjubelan berkerumun 3000an massa yang ingin melihat dan menonton, dengan situasi seperti tersebut berkumpulnya massa yang tidak mengindahkan aturan pemerintah, tentang protocol kesehatan Covid-19 untuk memakai masker dan tidak menjaga jarak, maka kanjeng syekh abah kyai. Tasbih jati madurajeh asy-syadztaji ( Spritualis Qadiriah – Syadziliah Sufistik ) memutuskan membatalkan tempat di karangsong dan di pindah di aula pesantren pesulukan Al-linglung.

Tepat jam. 21: 45 wib, team ‘A SHO SULTHON dari PP.AL-LINGLUNG mengadakan komunikasi dengan menarik beberapa raja jin pantai karangsong indramayu, di hasilkan informasi bahwa pengakuan jin yang di video mistis yang viral, adalah kebohongan dan yang mengaku sebagai ratu kidul adalah jin nakal yang hanya menakut-nakuti para nelayan dan warga karangsong khususnya, jin tersebut hanya mengaku-ngaku dan mencatut nama ratu kidul untuk menteror dan menganggu.

Bukti mengenai pengakuan para raja jin yang mengaku- ngaku sebagai ratu kidul ini, di timpali oleh kanjeng syekh kyai. Tasbih jati madurajeh asy-syadztaji ini masih ada garis keturunan ke Sunan.Giri , dan Sunan.Gunung Jati – Cirebon

Dengan tiupan asma’ rajeh warisan dari Nabi Khidir As, yang diajarkan keluarga dan para ulama’ / gurunya nya, para raja jin berjatuhan, sampai muntah-muntah mediumisasi sangat alot bahkan raja jin mengajak perang tanding, sampai tubuh mediumisasi kaku tidak bisa bergerak seperti patung ( mediumisasi dewi lanjar ), dan bersedia untuk diajak bicara mengggali informasi rahasia tentang kejadian terror di pantai karangsong tanpa sentuhan,

LAA YADHURRU MA’ASMIHI SYAI’UN FIL ARDHI WA LAA FISSAMAA’I, WA HUWAS SAMII’UL ‘ALIIM, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, surat Al-jin ayat 9 dan 14, dan sesungguhnya kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar (berita-beritanya).

Tetapi sekarang siapa (mencoba) mencuri dengar (seperti itu) pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai (untuk membakarnya)- Dan di antara kami ( jin ) ada yang Islam dan ada yang menyimpang dari kebenaran.

Siapa yang Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus. jin / demit / syetan tidak akan bisa berbuat buruk / bahaya / celaka, tetaplah pertahankan iman kita kepada allah dan setialah kepada allah dan praktekkan amal ibadah yang di contohkan oleh rasulullah saw dan di paraktekkan oleh para ulama’, habaib, dan kyai, kita tidak usah takut kepada ciptaan takutlah kepada sang pencipta ( tutur kanjeng abah syekh kyai).

Tambahnya pesantren pesulukan al-linglung juga mengadakan mengobatan setiap hari hanya pada jam. 09:00 wib, dan jam16.00 wib, secara massal baik itu medis yang tidak terdeksi oleh dokter atau non medis / sihir / santet ( gangguan ghaib ) menahun yang tidak kunjung sembuh, tentu saja atas izin dan kuasa allah swt, para tamu diajak bertaubat berdzikir dan memohon kesembuhan kepada allah swt, di malam 11 tanggal jawa, kami juga mengadakan dzikir rutin qadiriah al-a’dzom dan wirdul muntaha setelah selesai dzikir maka mengadakan pengobatan massal dan santunan anak yatim, anda tidak usah khawatir dengan biaya pengobatan tersebut, anda yang tidak mampu bisa mendapatkan secara gratis dan menggantinya dengan membaca tahlil / sholawat dan tasbih.

Dan pesantren pesulukan Al-Linglung yang beralamat Perumahan Griya Paoman Asri ,
Jln.Kemang No.3 – 4, Blok.D/4 , Rt. 03 / Rw. 06 , Kel.Paoman, Kec / Kab.Indramayu Kode Pos : 45211 – ( JAWA BARAT ), juga menerima santri baru, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah swt, mau mengikuti aturan pesantren beraqidah nahdlatul ulama’ dan memiliki niat yang kuat dan besar melakukan thiraqat, menjaga dan mempraktekkan akhlaqul karimah.**erman