Tajam News

DPC Peradi Kendal Selesaikan PKPA Periode 2020

KENDAL, MediaTajam.com – Dewan Pengurus Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia ( DPC PERADI) Kabupaten Kendal segera menyelesaikan masa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) class online periode tahun 2020.

Profesi Advokat adalah profesi yang saat ini sangat diminati oleh para lulusan fakultas hukum. Para sarjana hukum biasanya memiliki ketertarikan untuk menjadi Advokat oleh karena adanya tantangan dalam upayanya untuk membantu masyarakat dan menegakan hukum serta keadilan. Masih banyaknya masyarakat yang buta tentang hukum tentu menjadikan profesi Advokat ini menjadi sebuah keharusan dalam masyarakat.

Profesi Advokat adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam proses penegakan hukum di Indonesia. Tuntutan Jaksa dan Putusan Hakim tentu tidak akan pernah ada tanpa ada gugatan dari para Advokat, oleh karenanya sangat wajar apabila profesi advokat menjadi bagian profesi yang mulia dan terhormat.

Seseorang yang telah bergelar sarjana hukum tidak dapat langsung menjadi Advokat. Ada tahapan yang harus dilalui apabila para sarjana hukum ingin menjadi Advokat dan tahapan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

Salah satu tahapan yang harus dilalui oleh para sarjana hukum untuk menjadi Advokat yang diatur dalam peraturan adalah keharusan untuk mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang dilaksanakan oleh Organisasi Advokat.

Adanya keharusan untuk mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) sebagaimana disebutkan dalam Pasal 2 ayat (1) UU Advokat telah dilaksanakan oleh organisasi Advokasi baik itu Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) yang biasa dilaksanakan 1 (satu) sampai 3 (tiga) bulan yang diisi dengan berbagai materi khusus seperti hukum acara, mulai dari Hukum acara pidana, perdata, TUN, agama, MK, hubungan Industrial, niaga, HAM, persaingan usaha dan arbitrase.

Ada dua mekanisme yang bisa di ambil oleh peserta pendisikan, yang pertama, ikut pendidikan PKPA, setelah ujian dinyatakan lulus oleh DPN Peradi dilanjut dengan magang selama dua tahun, baru dilantik dan diambil sumpahnya oleh pengadilan tinggi, yang ke dua, magang dulu, baru ikut PKPA, terus ujian, setelah dinyatakan lulus dan dilantik, serta diambil sumpahnya oleh Pengadilan Tinggi baru mereka bisa beracara di Pengadilan.

Sejalan dengan tujuan Advokat sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat (1) UU Advokat yang pada intinya menegaskan bahwa Organisasi Advokat dibentuk dengan maksud dan tujuan untuk meningkatkan kualitas profesi Advokat.

Untuk menjaga peran dan fungsi Advokat sebagai profesi yang bebas, mandiri dan bertanggung jawab sebagaimana diamanatkan UU Advokat, maka penyelenggaraan PKPA memang seharusnya diselenggarakan oleh organisasi atau wadah profesi advokat dengan keharusan bekerja sama dengan perguruan tinggi hukum.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua II Peradi Kendal HM. Sugiarto SH.MH. seusai memberikan materi pendidikan Hukum Acara Mahkamah Konstitusi kepada peserta lewat vidcon, Sabtu, 04/07/20 di Kantor Peradi gedung pertokoan Kendal permai Lt II alamat jalan sukarno-hatta.( Syifak)