Tajam News

DPD Partai NasDem Rembang Gembleng Ratusan Kadernya 2020 , Ganti Bupati Jadi Jargon

REMBANG,mediatajam.com – DPD Partai NasDem Rembang menggelar kegiatan konsolidasi struktural partai menuju pemenangan Pilkada tahun 2020.

Kegiatan yang dihadiri ratusan kader partainya Surya Paloh itu berlangsung
di aula Kantor KSP. Bhina Raharja, Jalan Pemuda Rembang,
Kamis (6 Agustus 2020) siang.

Ketua DPD Partai Nasdem Rembang Bayu Andriyanto dihadapan ratusan kadernya mengatakan tujuan digelarnya konsolidasi ini untuk menunjukan partainya tak serta merta dipandang sebelah mata .
Dalam kondisi menggebu-gebu suami Vivit itupun mengucapkan beberapa kalimat filosofi Jawa dan jargon 2020 ganti Bupati untuk mendongkrak semangat kerja di saat pemilihan Bupati dan wakilnya yang jatuh pada 9 Desember 2020 mendatang sembari

“Kita tunjukan bahwa partai NasDem bukan partai kacangan. Setuju! ,” seru bayu yang kemudian di jawab para Kader dengan antusias juga.

“Partai NasDem tidak akan pernah kacang lupa sama kulitnya. Partai NasDem hari ini bukan soal nomor 1 atau 2 (calon Bupati atau calon wakil bupati, red), tapi mengabdi untuk memajukan Kabupaten Rembang. Guyub rukun membangun Kabupaten Rembang kita harus rawe-rawe rantas malang-malang putung. Partai NasDem !,”serunya kembali dengan menyelipkan filosofi Jawa tersebut.

Baginya, kekompakan merupakan hal yang perlu diutamakan. Mengingat saat ini dengan kerja keraslah yang bisa menentukan hasil memuaskan.

“Kita semua mau gepeng ilir?,”tanya Bayu yang diarahkan ke kader NasDem.

Istilah Gepeng Ilir sendiri jika dirunut di kosakata Jawa memang belum pernah ditemukan artinya. Hanya saja filososi itu sering diucapkan oleh orang Jawa khususnya di wilayah desa-desa di saat ada rencana atau hajat. Dan biasanya filosofi itu diartikan sebagai bentuk kerja keras, kesungguh-sungguhan tanpa mengenal lelah untuk meraih hasil yang baik.

“Kita ketahui bareng-bareng. Saya ingin bertemu langsung dengan masing-masing DPC, untuk konsolidasikan bersama-sama, saya meminta kerelaan waktunya bersama sama dan kita tunjukan bersama-sama pula,”ucapnya.

Saat yang sama, pria kelahiran 1985 itupun secara sekilas mengakui pahit getirnya saat berkiprah di perpolitikan kota garam ini.

“Saya hari ini mengalami getir pahitnya sebuah konsekuensi (politik, red) cukup banyak. Tapi nanti hujan akan datang, pelangi akan menemai kita semua, dan kemenganan di depan mata,”sambut Bayu untuk membuat kadernya bangga.

Kemudian untuk menghadapi hajat 5 tahunan itu, Bayu yang kini masih menjadi wakil Bupati Rembang aktif pun tak berkeinginan untuk menjalankan politik belah bambu.

Di mana, politik belah bambu merupakan suatu langkah yang digunakan oleh pelaku politik, baik itu calon perseorangan, satu paket (Cabup-cawabup, red), untuk mencapai tujuan. Sementara menempatkan lawan politiknya atau saingannya berada pada posisi di bawah yang terinjak.

Sedangkan di bagian atasnya atau yang diangkat itu diposisikan sebagai kubu atau pendukung. Dengan kata lain, politik belah bambu ialah satu diangkat (calon, pendukungnya, satu kubu , red) dipuja-puji. Sedangkan lawan politiknya diinjak ataupun dihinakan.

“Kita tak mau koalisi (politik, red) belah bambu. Saya bedakan satu sama lain, tapi kita politik satu ide, bersama-sama kita tunjukan. Jika kita bertujuan baik maka kita akan dipertemukan dengan orang baik, tempat yang baik dan kesempatan yang baik pula. Setuju,”tegasnya.

“(Pilihan bupati dan wakilnya) itu 9 Desember 2020, niku Hari Rabu Wage tibo betoro rogoh. Pilih sing ceto. Tapi hari ini setelah keleling ke semuanya di 14 kecamatan saya door to door ke desa hari ini yang menantikan yang sesuai jargon kita,”ucap Bayu.

Pun demikian, saat masih sambutan, Bayu pun terdengar mengucapkan jargon dan disahuti dengan semangat oleh kader NasDem lainnya.

“2020…. 2020….., !!!,”seru Bayu dengan dijawabi oleh Kadernya dengan jargon Ganti Bupati.

Kemudian saat ditanya wartawan sesuai sambutan, Bayu mengutarakan pencalonannya nanti apakah sebagai calon bupati atau wakilnya yang paling inti ialah pengabdian kepada Rembang.

“Bagi saya R1 (Bupati, red) atau R2 (wakil bupati, red) itu adalah pengabdian dan butuh pengorbanan. Yang penting kita sampaikan perubahan,”katanya kepada wartawan.

Sementara, untuk bakal calonnya pun menurut Bayu saat ini sudah dipilih secara aklamasi dan akan diserahkan ke DPW dan DPP.

“Untuk nama yakni saya dipilih teman-teman (NasDem, red). Lalu untuk (Bacabup-bacawabupnya, red) yakni Bapak Harno SE dan saya sendiri Bayu Andriyanto SE. Dari partai yang lainnya yang sudah pasti hari ini baik NasDem, Gerindra, Demokrat, PKS, HANURA, PAN, semuanya sudah sama-sama, mungkin kita tunggu saja partai lainnya nanti akan ikut serta,”pungkasnya.(San)