Tajam News

Dua ASN ini Dilaporkan ke Sekda dan Bawaslu Rembang

REMBANG,mediatajam.com – Dua orang wanita yang diduga sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Rembang dilaporkan oleh beberapa warga kepada Penjabat (Pj) Sekda dan Bawaslu Rembang, Selasa (27/10/2020) siang.

Pelaporan tersebut dilakukan terkait dugaan ASN melakukan kampanye bersama calon bupati petahana nomor urut 2 Abdul Hafidz.
“Menyampaikan dugaan kampanye yang dilakukan oleh beberapa oknum ASN dilingkup pemkab Rembang,”kata Ponco Supriyadi salah satu perwakilan pelapor.

Dalam laporan itu, pelapor sembari membawa bukti prin out foto beberapa ibu-ibu duduk lesehan bersama calon bupati Rembang Abdul Hafidz di salah satu rumah warga Gunem beberapa waktu lalu.

Sementara itu, pelapor juga mendapat informasi jika di antara ibu-ibu yang ikut berfoto bersama-sama tersebut ada yang berstatus ASN di Rembang.

“Sesuai data yang kami sampaikan yang bersangkutan sebagai kepala sekolah PAUD dan instansi ASN lainnya. Sementara ada dua orang. Harapannya pihak Bawaslu ada tindak lanjut. Upaya-upaya yang dilakukan sesuai mekanisme yang ada,” ujarnya.

Menanggapi pelaporan tersebut, Penjabat (Pj) Sekda Rembang Achmad Mualif kepada wartawan mengatakan akan melakukan koordinasi bersama Bawaslu terlebih dahulu supaya nantinya ketemu titik terang yang tepat.

“Kita akan melihat dan lanjuti sesuai datanya (bukti, red). Akan berkoordinasi dengan bawaslu, apakah masuk dalam rangka pelanggaran pilkada, apakah masuk dalam rangka netralitas ASN,” terang Ahmad Mualif kepada wartawan di ruangannya, Selasa (27/10/2020) siang seusai menumui pelapor dugaan kampanye ASN bersama calon bupati.

Sementara itu, Mualif pun menjelaskan jika kedatangan sejumlah masyarakat tersebut guna melaporkan dugaan adanya keterlibatan ASN dalam kegiatan kampanye salah satu paslon.

“Dari kedatangannya mereka tadi menyayangkan ASN yang masuk ke dalam kegiatan pilkada. Sehingga yang bersangkutan menemukan fakta, lalu kepada saya untuk ditindaklanjuti,”ucapnya.

“Hanya melaporkan gambar, yang di situ ada calon (Nomor 2, red). Kemudian ada (dugaan, red) ASN. Kita akan lihat nanti. Yaitu terkait kajian gambarnya, kemudian tentang kontennya saat itu, momennya seperti apa. Kadang-kadang momennya tidak sesuai,” ungkapnya.

Di satu sisi, Mualif pun menerangkan jika nantinya laporan tersebut terbukti benar, pihaknya bakal menunggu rekomendasi dari pihak terkait mengenai sanksi yang ada.
“Ini kewenangannya Bawaslu akan didiskusikan seperti apa. Kalau pelanggaran ASN nanti ada rekomendasi dari KASN penjabat daerah harus seperti apa. Kita tidak bisa berandai-andai,” pungkasnya

Ketua Bawaslu Rembang Totok Suparyanto mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan kajian selama dua hari sejak adanya laporan terkait dugaan keterlibatan ASN yang ikut berkampanye dengan calon bupati Hafidz itu.

“Nah, saat ada laporan maka kami tidak boleh menolaknya. Akan tetapi perlu diingat, bahwa pelaporan tersebut harus ada syarat formalnya. Harus dikaji dulu selama dua hari dalam membuat kajian,” tegasnya, Selasa (27/10/2020).

Terkait aturan yang ada di Bawaslu, pihaknya pun yakin jika pelaporan tersebut memenuhi syarat yang diajukan oleh Bawaslu. Salah satunya yakni masuk dalam daftar pemilih Rembang.

“Menganai bukti ini harus dikaji juga, karena hanya seperti ini, saat saya minta filenya juga tidak punya. Hanya diprint, jadi kami kaji terlebih dahulu. Kita juga bleum tahu ASN itu guru atau apa?. Dan jika pelanggaran netralitas ASN itu, kita bisa melakukan kajian, yang kajian itu kemudian kita beri surat pengantar. Karena Ini pelanggaran UU lainnya,” ucapanya.

Sementara itu, jika nantinya laporan itu memang terbukti ASN, maka tentu pihaknya akan menyerahkan rekomendasi sanksi oleh pihak terkait.**SAN