Tajam News Kriminal

Dua Pengguna Sabu Ditangkap Polres Temanggung

TEMANGGUNG ,mediatajam.com – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Temanggung menangkap dua orang yang diduga menjadi penikmat narkoba jenis sabu-sabu.

Dari keduanya, polisi menyita barang bukti 3 plastik klip berisi serbuk kristal warna putih diduga sabu. Satu orang lagi masih buron.

Hal itu diungkapkan Kapolres Temanggung, AKBP Muhamad Ali didampingi Kasatresnarkoba, AKP Sri Haryono dan Kasubbag Humas, AKP Heni Widiyanti L di Polres Temanggung, Kamis (12/3/2020).

Kedua orang yang diamankan berinisial AP (27) dan AU (22), keduanya warga Temanggung.

Semula, anggota Satresnarkoba Polres Temanggung mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Komplek Taman Kali Progo Temanggung sering terjadi transaksi jual beli narkotika jenis sabu.

Selanjutnya, pada Selasa siang, 3 Maret 2020, petugas mengamankan AP di Komplek Taman Kali Progo, Temanggung.

Saat digeledah, di saku celana AP ditemukan bungkusan rokok yang di dalamnya berisi satu bungkus plastik klip yang isinya serbuk kristal warna putih yang diduga sabu-sabu. Beratnya 0,17 gram.

Petugas Polres Temanggung selanjutnya melakukan penggeledahan terhadap rumah tersangka AP. Dari dalam lemari pakaian, ditemukan dua bungkus plastik klip berisi serbuk kristal warna putih diduga sabu-sabu dengan berat 0,17 gram dan 0,25 gram, serta 1 buah alat isap/bong.

“Satu bungkus plastik klip berisi serbuk kristal putih seberat 0,17 gram dan alat isap alias bong itu milik AU,” kata AKBP Muhamad Ali.

Polisi kemudian menangkap AU. Dijelaskannya, sebelum tertangkap, kedua pemuda itu pada Selasa (3/3/2020) pagi telah menggunakan barang haram itu bersama-sama di rumah AP.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka AP mendapatkan barang itu dari AM yang sampai kini masih buron. “Dia mentransfer uang melalui rekening bank kemudian sabu diambil di suatu tempat,” jelas Muhamad Ali.

Kini, kedua tersangka diamankan di Polres Temanggung bersama barang bukti. “Petugas juga mengamankan 1 handphone dan 1 motor. Petugas terus mengembangkan kasus ini,” tuturnya.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 111 ayat 1, lebih subsider Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dengan denda paling banyak Rp8 miliar.**atmoko