Tajam News Kriminal

Gagalkan Pencurian , KPH Mantingan Amankan Mobil Kijang dan 8 Batang Kayu Sonokeling

REMBANG,mediatajam.com – Baru beberapa hari lalu KPH Mantingan berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa gelondongan kayu jati dan sepeda motor .

Kali ini, jajaran Polisi Rembang, Polhut, maupun jajaran KPH Mantingan kembali mengamankan barang bukti yang menggiurkan.

Dalam pengamanan itu tim gabungan berhasil mengamankan barang bukti kendaraan roda empat yang diduga milik pencuri kayu yang akan digunakan mengangkut barang curian.

Berdasarkan informasi yang diterima mediatajam.com , pihak perhutani pada Rabu (28/10/2020) malam bersama tim Buser dan Polsek Bulu Rembang berhasil menangkap kendaraan roda 4 yang diduga siap mengangkut hasil curian kayu sono keling dari petak114 A Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sadang BKPH Kebon kecamatan Bulu kabupaten Rembang.

Keberhasilan mengamankan di TKP itu, petugas langsung menghitung potongan kayu sonokeling ada 8 batang yang nantinya akan diangkut dengan mobil yang telah diamankan petugas.

Sementara, dari hasil hitungan dan kalkulasi oleh petugas, BB kayu jenis sonokeling yang berhasil diamankan ditaksir sekitar Rp. 9.821.000,-

Penggagalan aksi pencurian kayu hutan itu bermula saat KPH Mantingan, pada Rabu (28/10/2020) sekitar pukul 14.00 bersama tim Buser BKPH Kebon melakukan patroli keliling di wilayah BKPH Kebon mulai dari Mantingan sampai dengan Timbrangan hingga wilayah Sadang.

Saat menggelar patroli tersebut, anggota tim dipimpin langsung oleh Asper KBKPH Kebon Hari Juli Prihatianto didampingi KRPH Sadang Moch. Fat Cun Niam ,Juwarto Mandor Polter, Bambang Margo.

Sedangkan dari kepolisian Resort Rembang dipimpin langsung oleh Aiptu Parjana Kanit Reskrim Polsek Bulu dengan anggota Brigadir Sutikno, Bribka Suwaji, Aiptu Moch Zein, Agus Tatang Danru Polmob dan Juyadi driver Mobil Polhutmob.

“Saat pukul 17.00 pasukan menuju arah RPH Sadang. Mereka berjalan lewat jalur-jalur tikus yang biasanya menjelang magrib sering banyak kendaraan roda dua keluar dengan membawa kayu hasil gasakan di petak kawasan Hutan Perhutani,”kata Adm Mantingan melalui Waka Administratur Dwi Anggoro Kasih lewat rilis yang diterima media.

Dengan tak-tik seperti itu, tentunya tim tidak mau kecolongan. Mengingat saat itu ada beberapa informasi dan harus bisa digagalkan aksi haram itu.

“Menjelang Maghrib mereka (tim, red) mendapatkan informasi bahwa akan ada mobil masuk petak 114 A untuk mengambil hasil curian mereka. Dengan begitu, tim Langsung meluncur menuju petak 114,”ungkapnya.

Tak ayal, jajaran KPH dan petugas pun mengatur tugas dan strategi untuk menjebak mobil yang mau masuk petak 114 A.

“Kendaraan patroli langsung masuk semak-semak untuk menghilangkan jejak. Selain itu tim juga berjalan kaki demi penggagalan itu. Nah ternyata di situ sudah ada 2 pohon yang sudah tumbang dan sudah terpotong menjadi 8 batang,”paparnya.

Tak sampai di situ saja, para petugas langsung memasang jebakan untuk bisa menangkap pelaku pencurian kayu itu.

“Kemudian memasang ranjau paku payung yang sudah dibuat dan dibawa saat berpatroli dan memasang batu batu terjal dijalan masuk Petak 114 A. Hal itu dilakukan supaya mobil (pencuri, red) saat keluar jalur TKP bisa sedikit terhambat,”ujarnya.

“Nah, tidak lama kemudian sekitar pukul 18.30 mobil jenis kijang (diduga milik pencuri, red) langsung menuju TKP,”ucapnya.

Hanya saja saat terhadang jebakan, para pelaku pencurian kayu itupun belum sempat mengambil hasil jarahannya. Mengingat ban mobil sudah tertancap ranjau paku yang telah dipasang petugas.

“Belum sempat mengangkut kayu (barang curian, red), mereka terjebak oleh ranjau dan mobil tidak bisa jalan. Saat yang bersamaan pula, petugas berteriak untuk menangkap pelaku tapi mereka panik, sopir dan krunya langsung melarikan diri di kegelapan yang mulai merayap di kawasan hutan,”ungkapnya.

“Informasi yang masuk itu, ternyata (Rabu, 28/10/2020) sore mau diangkut (pakai mobil, red). Sehingga teman-teman kita sudah lebih dulu sampai TKP. Petugas bisa mengamankan barang bukti kayu dan kendaraan kijang yang diranjau paku oleh pasukan buser BKPH kebon. Saya sudah memerintahkan Polhut untuk siaga penuh dalam waktu 24 jam. dengan adanya tambahan senpi tentunya petugas tidak ingin kecolongan lagi,”tegasnya.

Asper KBKPH Kebon Hari Juli Prihatianto mengatakan tersangka berhasil meloloskan diri dan petugas hanya mendapatkan barang bukti yang ditinggalkan.

“BB mobil dan kayunya saja. Karena harga kayu sonokeling itu cukup mahal kami sevara intensif mengadakan Patroli dengan Polsek Bulu. Apalagi saat pandemi seperti ini semua serba sulit,”ucapnya.

Meski pelaku pencurian berhasil melarikan diri, akan tetapi pihak keamanan sigap mengamankan barang bukti berupa mobil Kijang bernomor H 9256 GH beserta 8 batang kayu sono keling yang saat ini masih dalam pendataan dan proses hukum lebih lanjut. (San)