Tajam News Hukum

Gara-Gara Tanda Tangan, Carik Ngumpak Di Periksa Polisi

Bojonegoro, Mediatajam.com _ Perangkat desa Ngumpak dalem, carik yang bernama Rifai harus berurusan dengan aparat kepolisian Polres Bojonegoro , dikarenakan rifai selaku perangkat sekdes desa Ngumpak Kecamatan Dander meminta sejumlah uang kepada warga yang meminta surat.

Saat itu warganya yang bernama bernama Situs Chomariyah, ada kerperluan dengan Carik Rifai untuk meminta surat untuk keperluan syarat mengajukan kredit di bank. Carik mengatakan, “kalau kamu minta surat-surat harus ada uang 500 ribu, karena kalau kamu tidak ada uang terus terang Pak lurah tidak mau tanda tangan” , papar siti menirukan omongan pak carik kepada mediatajam.com.

Menurut siti, saat itu baru dia amplop 150 ribu , saat amplop dibukak carik bilang masih kurang dan dia langsung pamitan pulang cari tambahan uang untuk nambahi kekuranganya permintaan carik yang 500 ratus ribu rupiah itu.
Setelah sampe dirumah ibu dua anak itu langsung cari pinjaman uang untuk membayar kekurangan pada carik yakni 350 ribu, tapi saat itu juga yani bilang nanti aja diantar habis jumat’an.

“Usai jumat’an langsung saya antar kekuranganya ke pak carik dengan diantar yani dan saudara nya dan diterima pak carik baru kemudian surat langsung ditanda tangani”, kata siti warga ngumpak dalem.

Sementara itu menurut Abah Sulthon ketua DPP LSM Aliansi Tajam, kasus itu sebetulnya bisa dikategorikan OTT. karena disamping carik yang minta uang pungli, juga sudah diketahui aparat di TKP dan uang dari siti tersebut udah dikasih kode dan langsung diminta anggota polres sebagai BB.

“Sebetulnya pak carik , perintah kapolres supaya ditahan dulu. tapi dari penyidik miss komuni kasi sehingga cuma disidik dan di lepas lagi. tapi menurut yani dari LSM Tajam Pak Carik mau dipanggil lagi setelah Siti Chomariyah di mintai keterangan oleh anggota polres”, terang salah satu saudara siti.

Saat dikonfirmasi terkait peristiwa itu, penyidik Polres menyatakan laporannya baru dinaikan ke Kapolres, kita tunggu perintah dan petunjuk dari pimpinan”, ujar salah satu penyidik yang enggan disebut namanya.**NARTO/NI