Peristiwa

Gelar Pelatihan Jurnalistik , STAI Al-Anwar Datangkan Dua Pemateri Handal

REMBANG,mediatajam.com _ Guna meningkatkan kemampuan dan dalam penulisan berita di era perkembangan media digital saat ini , Puluhan mahasiswa STAI Al-Anwar Sarang mengikuti pelatihan Jurnalistik .Kegiatan pelatihan digelar selama dua hari mulai Kamis hingga Sabtu (14/10)

Dalam kegiatan pelatihan itu mereka diajarkan bagaimana teknik menulis berita secara cepat dan akurat dari dua orang pemateri handal masing -masing wartawan Suara Merdeka dan wartawan Diva Press .

Dalam kesempatan itu pemateri menyampaikan bagaimana teknik dasar menulis sesuai dengan kode etik jurnalistik.

Selain teknik dasar menulis, salah satu pemateri juga menekankan materi kepada mahasiswa tentang teknik menulis cepat dan akurat untuk merespons kebutuhan pembaca media.

Selain teori, dalam pelatihan itu mahasiswa STAI Al- Anwar juga dituntut melewati tahapan praktik menulis berita faktual. Mereka diwajibkan menyelesaikan berita straight yang sudah lengkap bahannya hanya dalam waktu selama tujuh menit saja.

Ketua panitia pelaksana kegiatan Aji Pangestu mengungkapkan, tujuan pelatihan yang digelar ini untuk mendongkrak minat mahasiswa dalam berkarya melalui tulisan. Apalagi, STAI Al-Anwar memberikan fasilitas majalah dinding (mading), buletin serta majalah semesteran yang dikelola oleh mahasiswa melalui LPM Garda Pena.

“Kami secara berkelanjutan mengadakan pelatihan menulis dengan mendatangkan pemateri berpengalaman dan ahli di bidangnya. Harapannya, mahasiswa semakin memiliki minat berkarya melalui tulisan,” terang Aji.

Selain digemblengan dengan teknik dasar menulis dan menulis berita cepat, mahasiswa juga dilatih memiliki kepekaan tinggi terhadap penyebaran berita hoax. Mereka dibekali dengan teknik mengenali dan menghindari berita-berita yang belum jelas kebenarannya.

“ Dari pelatihan ini kami juga jadi tahu, jangan mudah termakan judul berita, mudah menyebarkan berita yang belum dipastikan kebenarannya.

Satu lagi, harus ada verifikasi ketat terhadap berita yang dinikmati dan sebelum disahare, terutama yang bersumber dari media sosial,” kata salah seorang mahasiswa .**Hasan Yahya