Tajam News

Gruduk Kantor Kecamatan , Puluhan Warga Sendangmulyo Sluke Protes Dugaan Pemilih Dari Luar Desa

REMBANG,mediatajam.com  – Puluhan warga Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke menggruduk Kantor Kecamatan setempat, Jumat (8/11/2019) siang.

Mereka menggelar aksi  protes ke Panitia Pilkades karena diduga
ada tiga  warga dari  luar  desa yang memberikan hak pilih (mencoblos) di  pemungutan suara pemilihan kepala desa (pilkades) setempat yang digelar pada Rabu kemarin  (6/11/2019).

Dalam aksi protes tersebut perwakilan warga diterima langsung oleh Camat Sluke
dan Muspika setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun ketiga warga luar desa yang mencoblos di Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke itu masing – masing bernama Wakhid warga Desa Sumurtawang Kecamatan Kragan ,Mochtar dan Muhamad Muadzim warga Desa Binangun Kecamatan Lasem

Soleh warga Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke mengatakan dengan keadaan pilkades tanggal 6 kemarin itu ada warga yang mendapatkan undangan mencoblos secara ganda.

“Kenapa kok dari pihak desa lain, toh mereka sudah pindah berpuluh-puluh tahun (pindah dari Sendangmulyo) tapi kok masih mendapatkan undangan mencoblos di Sendangmulyo. Yakni ada warga desa Sumur Tawang Kecamatan Kragan dan Binangun Lasem dapat undangan mencoblos di Sendangmulyo Sluke,”tanya dia.

Menurutnya, warga luar desa itu yakni Sumur Tawang Kecamatan Kragan yakni Wakhid, sedangkan yang dari Bianangun Lasem yakni Mochtar dan Muhammad Muadzim.

“Ketiga warga itu dahulu kala memang Sendangmulyo Sluke. Pak Wakhid itu sudah E – KTP (baru) Sumur Tawang. Kok bisa mendapatkan undangan ganda. Sudah tak cek ke Panitia pilkades desa, tapi mendapatkan jawaban ya memilih. Nah itu sistemnya seperti apa?,”ucap dia menanayakan ke pihak panitia.

Ketua panitia Pilkades Sendangmulyo Sutiyono Yulianto mengatakan jika pihaknya sudah melakukan sesuai tahapan dan peraturan yang ada terkait pelaksaan pemilihan kepala desa di Sendangmulyo Sluke ini.

“Sudah kami lakukan sesuai tahapan dan Perbup yang ada. Mulai dari pengumuman DPS, penetapan DPT sesuai dengan Perbup yang kami pegang,”kata dia.

Dari data yang ada, jumlah
Daftar Pemilih Tetap (DPT)
yang terkahir di Sendangmulyo yakni 1. 713 jiwa.

“Jumlah DPT yang tertulis di kami yang terakhir yakni 1.713 jiwa,”katanya.

Kemudian saat ditanya terkait adanya warga luar yang diduga memilih atau mencoblos di Sendangmulyo, pihaknya mengutarakan bahwa penentuan DPT itu dari laporan pihak desa (Pemdes).

“Kami dasarnya begini, menentukan DPT itu juga berasal dari laporan pihak desa. Bahwa penduduk ini, memang masih terdaftar di Sendangmulyo. Kami juga tak tahu jika mendaftarkan di beda tempat. Itu pasti yang bersangkutan yang menggunakan sendiri. Berartinkamimtak bertanggung jawab yang untuk ini (di Sendangmulyo Sluke),”pungkasnya.

Camat Sluke Hariyadi mengungkapkan masalah untuk dugaan untuk pencoblosan ganda itu disampaikan dengan jelas. Yang jelas keterkaitan dengan Pilkades itu awalnya data dari Pilpres dan pemilihan legislatif.

“Terus masuk DPS. DPS sudah ditempatkan di tempat strategis. Yang sudah dibaca oleh masyarakat. Baik dibaca atau tidak, setelah ditetapkan DPS tak ada complain, maka ditetapkan DPT. Jadi itulah kewenangannya panitia pilkades menetapkan DPT. Sosialisasi juga sudah dijalankan,”paparnya.

Kemudian ia juga mengutarakan bahwa puluhan warga yang mendatangi kantor balai desa ini bukan dari pendukung salah satu calon.

“Al Hamdulillah, masyarakat ini tidak pendukung. Ini masyarakat yang tak puas dengan pilkades ini. Di sini nyaman, dia menyampaikan aspirasi, kita terima, dijelaskan panitia, dijelaskan dari pengawas Kabupaten dan Kecamatan. Jika tak menerima penjelasan itu, maka ada hak, mau dituntut di pengadilan atau bagaimana,”tambah camat Sluke Hariyadi.

Perlu diketahui, dalam Pilkades pada Rabu (6/11/2019) kemarin, Desa Sendangmulyo terdapat 3 calon kades. Ketiga calon itu masing- masing yakni Calon Kades Asmuni no  2  mendapatkan 605 suara. Lalu Calon Kades No 1 Kusaeri mendapatkan 602 suara dan Calon Kades no 3 nama Sakroni mendapatkan 257 suara. (san)