Tajam News

GTT Rembang Bakal Dapat Jamsostek , Dindikpora Segera Tindaklanjuti Program BPJS Ketenagakerjaan

REMBANG,mediatajam.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan ) akan memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada Guru Tidak Tetap (GTT) Kabupaten Rembang.

Jadi kami minta Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) untuk segera menindak lanjuti rencana itu

Hal itu disampaikan Penjabat sementara (Pjs) Bupati Rembang Imam Maskur. pada acara perayaan HUT PGRI ke-75 dan hari guru Nasional secara sederhana di gedung PGRI Rembang, Jumat (27/11/2020).

Imam Maskur menyampaikan program jaminan sosial ketenagakerjaan tersebut dimaksudkan untuk memberikan perlindungan kepada para GTT. Karena bagaimanapun juga GTT memiliki tugas mulia sebagai pengajar meski dalam status tidak tetap.

Jika dihitung, biaya jaminan sosial ketenagakerjaan sebesar Rp. 9.400 per bulan dirasanya masih cukup terjangkau.

Meski terhitung murah, Imam Maskur meminta kepada para Kepala Sekolah agar tidak membayar jaminan sosial ketenagakerjaan dengan cara memotong honor para GTT.

Dilihat dari manfaatnya, jaminan sosial ketenagakerjaan jelas lebih membantu. Ketimbang hanya memberikan bantuan dari dana iuran guru misal ada GTT yang mengalami musibah. Dirinya menyebutkan jumlah GTT di Kabupaten Rembang saat ini mencapai ribuan.

“Jadi saya mohon kepada kepala dinas Pendidikan pemuda dan olahraga, GTT yang ada di Kabupaten Rembang tolong semuanya dilindungi, diproteksi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Bayarnya murah Rp. 9.400, Insya allah mampu. Kalau bisa jangan dipotong melalui honornya, GTT honornya sedikit masak mau dipotong lagi. Jadi saya mohon tolong untuk para kepala sekolah agar para GTT dibantu. Itung_itung untuk sedekah bagi para GTT,” jelasnya.

Heni Asirah salah satu GTT yang bertugas di wilayah Kecamatan Pancur
sangat mendukung adanya usulan Pjs Bupati tersebut.
Menurutnya itu rencana program dari BPJS Ketenagakerjaan itu
sangat membantu GTT jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

“Menurut saya ya kalo itu bisa terelasisasi alhamdulillah. Itu sangat membantu para GTT kita semua, karena gajinya GTT yang tak seberapa ibaratnya ya, ” terangnya

Sebelumnya, sebanyak 9003 guru ustazd dan ustazah telah mendapat jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJS. Pada setoran awalnya ditanggung oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Rembang sebesar Rp 84 juta.

Sebelumnya, sebanyak 9003 guru ustazd dan ustazah telah mendapat jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJS. Pada setoran awalnya ditanggung oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Rembang sebesar Rp 84 juta.(San)