Tajam News

Gus Umam : Pemuda Memegang Peran Penting Pada Semua Fase Pembangunan Bangsa

REMBANG ,mediatajam.com – Plt Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Rembang Zaimul Umam atau yang akrab disapa Gus Umam tak menampik jika peran para pemuda berada di setiapfase pembangunan bangsa.

Hal itu disampaikan Gus Umam saat menjadi narasumber Gerakan Pemuda Milenial (GMP) Rembang di sanggar budaya area Pendapa Museum Kartini Rembang, Minggu (13/9/2020) pagi menjelang siang.

“Pemuda memegang peran penting pada hampir semua fase pembangunan bangsa ini, yang dimulai sejak perjuangan kemerdekaan,”kata dari adik Gus Baha’ ini mengawali pembicaraannya.

Ia menjabarkan, di situ setidaknya ada beberapa momentum penting dalam sejarah Indonesia yang dimotori dan diharumkan oleh golongan Pemuda. Kebangkitan nasional 1908, sumpah pemuda 1928, proklamasi kemerdekaan 1945, dan gerakan reformasi 1998 adalah empat momentum perubahan bangsa yang dimotori pemuda.

“Tahun 1928, pemuda mengukir prestasi emasnya dalam sejarah bangsa kita. Sebab, pada saat itu, para pemuda, yang dipelopori Boedi Oetomo, mendeklarasikan Sumpah Pemuda yang menandai persatuan bangsa. Deklarasi tersebut merupakan manifestasi kesadaran pemuda yang tergabung dalam beragam organisasi kedaerahan tentang pentingnya menyatukan langkah seluruh gerakan perlawan terhadap penjajahan kolonial Belanda,”ucapnya menjelaskan perjalanan sejarah bagi pemuda Indonesia.

Menurutnya, peran pemuda terus berlanjut hingga saat ini, era revolusi industri 4.0. Pada era yang sebaga digital ini,banyak pihak yang membidik generasi muda sebagai konsumen, pemilih (saat pemilu), hingga perannya dalam dunia bisnis dan industri.

Merupakan hal yang sangat lumrah, karena pemuda adalah garda terdepan perubahan kemajuan suatu daerah, bahkan bangsa, sehingga peran mereka sangat penting dalam dunia politik.

“Peran pemuda bukan hanya sebagai komoditas pendulang perolehan suara pada perhelatan Pilkada baik sebagai pemilih maupun sebagai Timses, akan tetapi hal terpenting bagi pemuda adalah adanya ruang politik yang memberikan wadah bagi mereka untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan suatu daerah. Anak Muda harus lebih diperhatikan dan lebih di ikutkan dalam menentukan dan mengawal kebijakan kebijakan politik,”katanya.

Di suatu sisi, pemuda juga harus menjadi garda terdepan dalam budaya politik santun, bermoral dan beretika dalam setiap proses demokrasi, sehingga terhindar dari praktik politik kotor yang menghalalkan segala cara, dengan tidak terjebak dalam pragmatisme politik, menghormati hak dan kewajiban orang lain serta menghargai keberagaman di masyarakat dan melakukan gerakan sosial budaya melalui berbagai aktivitas kemasyarakatan sehingga menumbuhkan semangat produktivitas dan keberdayaan masyarakat.

“Pemuda menjadi solusi pada setiap zamannya dengan memberikan pencerdasan politik bagi masyarakat. Karena dengan proses politik yang cerdas akan melahirkan pemimpin yang berkualitas,”ujar dari putra KH. Nur Salim, Desa Narukan Kragan Rembang ini.

Sementara itu, dengan melalui pemimpin yang berkualitas itulah, yang akan mengantarkan masyarakat pada kemajuan dan keadilan.

“Urgensi terhadap regenerasi politik, seyogyanya bukan sekadar regenerasi terhadap usia generasi, tapi juga dalam bentuk pemikiran, visi dan pandangan, nilai-nilai utama kepemimpinan, demokrasi, kesetaraan,”paparnya.

“Sudah seharusnya pemuda menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari solusi atas permasalahan dan persoalan daerah atau bangsa yang sedang terjadi. Sudah saatnya generasi muda menjadi aktor pencerdasan politik bagi masyarakat, sehingga politik tidak hanya bercitra dan berdampak negatif atau dipandang sebagai sebelah mata. Akan tetapi lebih jauh dari itu, politik pada hakikatnya dapat menjadi sarana untuk mewujudkan berbagai harapan melalui partisipasi aktif seluruh rakyat dalam merealisasikan kehidupan masyarakat yang lebih baik,”sambungnya dengan disambut tepuk tangan puluhan pemuda GMP Rembang ini.

Di sisi lain, manifestasi semangat tersebut harus diawali oleh gerakan keteladanan yang dipelopori oleh pemuda dalam menyalurkan hak-hak politiknya. Dengan menjadi partisipan aktif dalam berbagai momentum politik diharapkan dapat menjadi stimulus awal membangun politik yang beradab.

“Efektivitas gerakan keteladanan pemuda pun lebih jauh dapat dilakukan dengan turut serta membangun dan mengembangkan hak-hak politiknya, termasuk bergabung dalam organisasi sosial maupun politik yang menjadi pilar utama demokrasi. Melalui organisasi sosial dan politik pemuda dapat mewujudkan harapan perbaikan bangsa dengan memberikan solusi secara langsung serta bergerak terjun ke masyarakat menjadi aktor perubahan. Sarana ini sangat ampuh menjadi media upgrading pemuda dalam membangun kapasitas politiknya dengan tetap mampu memberikan manfaat kepada masyarakat,”pungkas dari tokoh politik muda yang juga adik kandung Gus Baha (San)