Peristiwa

Hadiri Mujahadah Kubro Di PP Addainuriyah 2,Hendi:Kehidupan Haruslah Seimbang

Walikota Semarang Hendrar Prihadi Beri sambutan dalam Mujahadah Kubro,PP Addainuriyah Dua Semarang malam ini,Foto,(Moh Utomo)

Semarang.Mediatajam.Com -Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan,bahwa di dalam kehidupan harus balance dan juga harus seimbang antara spiritual dan juga kegiatan fisiknya sehingga saling menguatkan satu sama lain.

“Jadi kalau kita dimana mana ini di tuntut harus melakukan aktifitas mencari ekonomi ,sosial,budaya dan lainya jangan lupa spiritual kita juga harus terus di tambah supaya kita juga selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah S.W.T sekaligus berdo’a supaya hari hari ini Bangsa Indonesia khususnya kota Semarang persoalan pandemi Covid-19 ini bisa cepat hilang .”tutur Hendi dalam sambutanya saat menghadiri Mujahadah Kubro di PP Addainuriyah dua Jl.Sendang Utara Raya Semarang Minggu (30/8/2020).

Hendi menjelaskan,tidak ada yang mengira bahwa di tahun 2020 ini ada Covid-19 yang semuanya merencanakan hal hal yang normal tiba tiba mulai Januari-Februari isu corona mulai di Wuhan,Eropa,Amerika hingga sampai tanggal 15 maret Presiden menyampaikan kalau yang namanya covid sudah masuk di Indonesia.

“Tentu semuanya Kaget ,dan semuanya kemudian melakukan yang terbaik namun kita perlu belajar bersama sama karena sebelum sebelumnya tidak ada yang namanya Virus Corona .dari pengalaman ini syukur alhamdulillah kondisinya semakin hari semakin membaik kalau dulu saling kenceng kencengan harus di rumah ,sholat di rumah,jangan sekolah di luar kebaktian dari rumah dan seterusnya.sekarang ini sudah berlahan- lahan untuk bareng bareng bisa keluar rumah tapi harus di jaga sesusi SOP protokol kesehatan seperti memakai masker,cuci tangan,dan jaga jarak ,”jelas Hendi.

Dari musibah Virus Corona ini lanjut Hendi,semua harus bisa mengambil hikmahnya bahwa sebenarnya Allah mengingatkan kita sebagai ummat manusia karena kemarin kemarin Ia melihat dengan jelas sebagai umat manusia di dunia sepertinya satu sama lain saling kejar kejaran terus hanya demi uang.

“Kerja sampai sikut sikutan mau naik karir sampai jatuhkan temanya orangya jadi kemproh demi hanya urusan duwit, maka kemudian sekarang ini tidak boleh lagi orang dari pulang kerja capek masuk rumah langsung tidur,harus bersih bersih tangan dulu sukur sukur mandi sekujur badanya supaya dia sehat keluarganya sehat dan lingkungan juga menjadi sehat.”urainya.

Lebih lanjut Hendi menambahkan karena Covid-19 ini yang terkena dampaknya sangat luar biasa seperti pabrik pabrik tiba tiba memberhentikan pegawainya,restoran banyak yang tutup dan seterusnya,di sinilah hablum minannas kita lagi di uji kira kira kita melihat tetangga sengsara suka tidak.

“Maka kita lagi di uji bisa tidak manusia muslim di dunia ini kemudian bareng bareng nyengkuyung yang lagi susah. ahirnya setelah saya muter muter melihat warga sangat luar biasa yang ada rezki gotong royong memberikan sembako,Sayur sayuran ,telur,dan sebagainya di tempel tempelkan di kampung kampung lalu yang membutuhkan mengabil di masak tiap hari, paling tidak saya sudah menyaksikan contohnya di 290 sekian kampung di kota semarang ini.

“Kalau hal ini terus kita pertahankan insya Allah pada saat Covidnya nanti sudah hilang kita tetap menjadi keluarga besar Semarang yang guyup dan kompak dan kemudian kita bersepakat untuk menentukan maju tidaknya kota ini tergantung kita kita semuanya.Jadi pertanyaanya bapak ibu panjngan kepingin kota semarang maju mboten,kepingin semarang semakin hebat mboten ,nanti minta doanya bapak Yai,insya allah nanti kita bareng bareng menjadikan semarang semakin hebat lagi.”papar Hendi.

Sementara pengasuh Pondok Pesantren (PP) Addainuriyah dua KH.Drs Dzikron Abdullah dalam tausiahnya menyampaikan tentang arti dan keutamaan bulan Muharram.

“Ada dua hal terkait bulan muharram ini siapa yang mandi besar tanggal 10 muharram tidak akan sakit selama satu tahun .yang kedua membuat bubur suran yang di campur tujuh macam biji bijian lalu di makan di bagi bagikan Insya Allah menjadi tolak balak.”jelas Kyai Dzikron.

Kyai Dzikron menambahkan,Kenapa ada pertimbagan bahwa tahun Islam itu di mulai bulan Asuro “karena Kanjeng Nabi Hijrah itu bisa mempersatukan suku mempersatukan antar agama, ikonomi sangat maju damai dan guyup itulah awal islam berkembang sangat luar biasa, “imbuhnya.** Uut