Tajam News

Harapkan Kesejahteraan, Nelayan Pemalang Gelar MUSDA Organisasi Nelayan Tradisional

Pemalang,mediatajam,com – Nelayan Kecil Tradisional Kabupaten Pemalang menggelar musyawarah daerah di Pantai Tingkir Desa Nyamplungsari Petarukan Pemalang, kegiatan berlangsung dengan khidmat.

Kegiatan sendiri dihadiri dengan peserta terbatas, dimana yang hadir hanya 24 orang dari perwakilan desa-desa nelayan. Ketua DPD KNTI Kabupaten Pemalang terpilih Suritno, manyampaikan bahwa kegiatan MUSDA ini setelah di undur satu bulan akhirnya dilangsungkan pada bulan januari (29/1).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Suritno menyampaikan.

Alhamdulillah kami bersama tim bekerja keras untuk melakukan konsolidasi dan silaturahmi ke desa-desa pesisir se Kabupaten Pemalang dan sebenarnya pada Bulan Desember 2020 kami sudah siap untuk melaksanakan Musda, namun karena Pandemi Covid-19 dan PSBB di Jawa Bali maka terpaksa kami undur, namun saat memasuki Bulan Januari 2021 ternyata PSBB diperpanjang, maka kami berpikir jika ini terus diundur, maka ditakutkan Musda tidak akan pernah bisa dilaksanaka, ahirnya dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat, kami bisa melaksanakan Musda ini dengan membatasi kehadiran perwakilan nelayan hanya beberap orang saja dari setiap desa dan kecamatan.

Nelayan tradisional di Kabupaten Pemalang saat mengidam-idamkan adanya organisasi nelayan yang benar-benar berbasis nelayan dan bertujuan untuk membantu nelayan, maka kehadiran KNTI disambut antusias oleh nelayan.

Selama ini di Kabupaten Pemalang tidak ada organisasi nelayan tingkat nasional yang mengurusi nelayan tradisional, maka kehadiran KNTI menjadi penyemangat bagi kami segera mendirikan organisasi ini, untuk itu pada hari ini kita mengadakan Musda dan kita berharap semoga nelayan tradisional di Pemalang bisa bersatu dan bergerak bersama untuk memajukan KNTI untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Sementara Sekjend DPP KNTI, Iing Rohimin dalam sambutannya menjelaskan tentang sejarah berdirinya KNTI, tujuan, serta kerja-kerja organisasi.

KNTI didirikan berdasarkan keingininan bersama seluruh nelayan tradisional di Indonesia, karena selama ini tidak ada organisasi nelayan tingkat nasional yang khusus mewadahi nelayan kecil, maka KNTI didirikan dengan mengedepankan asas kebersamaan, kekeluargaan, musyawarah, kegotong-royongan dan atau kswadayaan.

Untuk itu pendirian KNTI di sebuah daerah janganlah didasari dengan pemikiran bahwa dengan masuk menjadi anggota KNTI maka akan mendapatkan bantuan ini dan itu, atau akan mendapatkan program ini dan itu, melainkan kita mendirikan KNTI untuk bersama-sama berjuang demi kemajuan dan kesejahteraan nelayan tradisional.

Ada beberapa kerja-kerja organisasi yang harus dilakukan oleh KNTI, diantaranya adalah Kerja keorganisasian yang melingkupi konsolidasi kepengurusan dan keanggotaan, pendataan anggota, urusana kesekretariatan atau keadministrasian, pengkaderan dan penguatan anggota.

Yang kedua adalah kerja advokasi yakni membantu nelayan untuk mendapatkan haknya dan mendampingi nelayan ketika menghadapi berbagai masalah, yang ketiga adalah kerja dalam bidang ekonomi, artinya keberadaan kita dalam organisasi ini untuk untuk bersama-sama meningkatkan derajat hidup nelayan dan kita harus selalu berupaya untuk mencari terobosan baru untuk keluar dari jerat kemiskinan yang melingkupi nelayan, dengan membuat koperasi misalnya atau membuat kelompok usaha bersama dan lain sebagainya.

Sementara yang keempat adalah kerja-kerja politik, tetapi bukanlah politik praktis dengan mendukung parpol atau calon dewan atau calon bupati misalnya melainkan politik kebangsaan dan kenegaraan dengan mengawal kebijakan pemerintah, mengkritisi program pemerintah, memastikan layanan kepada nelayan dan memastikan perhatian pemerintah agar benar-benar dirasakan oleh nelayan.**Ndra