Tajam News

Harno – Bayu Ikut Blusukan ,Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir

Rembang,mediatajam.com – Akibat hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (29/11) siang hingga Senin (30/11/2020) dini hari mengakibatkan 8 titik banjir yang terjadi Kabupaten Rembang.

Mengetahui hal tersebut, pasangan calon nomor urut 1, Harno – bayu tak segan ikut basah-basahan menerjang banjir untuk ikut membantu mengevakuasi warga terdampak banjir.

Bahkan, calon Bupati Harno langsung melakukan blusukan ke lokasi banjir di Desa Mondoteko Kecamatan kota Rembang. Ia memulai blusukan di wilayah Rw 01 Dusun Bagel yang terdampak cukup parah banjir semalam.

“Sejak sore kita sudah mulai memantau kondisi banjir. Dan ternyata makin parah di malam hari. Alhamdulillah pagi ini sudah surut, kita ikut membantu warga membersihkan barang berharga,”kata Harno saat meninjau lokasi banjir di Desa Mondoteko, Senin (30/11).

Banjir yang sempat menggenang hingga ketinggian hamper 2 meter itu, kata Harno, diduga akibat saluran drainase yang tidak berfungsi. Ia pun mengajak warga untuk bergotong royong membersihkan sisa sampah yang menutup saluran drainase sehingga menyebabkan air meluber ke pemukiman warga.

“Disini, sampai hampir 2 meter. Kita tinjau lokasi yang kebanjiran disini. Juga menerima aspirasi masyarakat juga, agar bagaimana kedepan tidak terjadi lagi seperti ini. Kita rumuskan langkah terbaik kedepannya agar tidak terjadi banjir besar seperti ini,” tambahnya.

Sementara wakil Bupati petahana Bayu Andriyanto ikut membantu evakuasi warga yang sempat terjebak banjir di Desa Tireman, Kecamatan kota Rembang pada Minggu (29/11) malam.

“Kita ikut bantu evakuasi warga disini. Kebetulan tadi juga ada warga yang sedang sakit typus, kita langsung bawa ke rumah tetangga yang aman, untuk jadi pengungsian sementara,” terang Bayu.

Tak hanya turut membantu evakuasi warga, Bayu turut membagikan nasi bungkus kepada warga yang terdampak banjir di pos pengungsian Desa Tireman.

“Bagaimana langkah kita kedepan supaya dapat ditata secara baik. Banjir seperti ini, kata warga tadi yang paling parah beberapa tahun terakhir. Sebisa kami, untuk ikut turun ke masyarakat membantu mereka. Warga ini syok saat banjir datang, sehingga perlu asupan gizi yang baik agar tidak kemudian sakit,” paparnya.

Banjir sendiri melanda di sebanyak 8 titik wilayah di Kabupaten Rembang. Terparah yakni di Dusun Bagel Desa Mondoteko dan Desa Tireman Kecamatan kota Rembang. Bahkan ketinggian air sempat mencapai 150 sentimeter.**SAN