Peristiwa

Ijasah SD Kades Tomoli Selatan Dipertanyakan, Kapolda Sulteng Diminta Turun Tangan

Parigi ,MEDIATAJAM.COM _ Seperti yang di beritakan sebelumnya terkait muhammat ali yang sekarang jabat kepala desa Tomoli Selatan Kec Toribulu kabupaten Parigi Mautong atas dugaan ijasah SD yang patut dipertanyakan tentang ijasah yang di kantongi kades di nilai tidak tepat.

Pasalnya Muhammat Ali pada saat di adakan pemilihan kepada desa tomoli selatan kec toribulu kab parimo persyaratan yang dilampirkan muhammat ali pada saat pemilihan kepada desa tomoli selatan tahun 2017 lalau hanya berupa surat keterangan pengganti ijasah SD.

Keinginan masyarakat, berharap kades tomoli selatan muhammat ali kades tomoli selatan dapat memperlihatkan ijasah SD (asli) yang dipertanyakan tersebut.

Menanggapi hal ini Muldani ketua DPD sulawesi LSM KPK (Komunitas Pamantau Korupsi)  nusantara mengatakan kepada mediatajam , permasalahan yang di tudingkan pada kades ini tidak sulit sebenarnya.

Di era reformasi sudah berlangsung lebih dari 17 tahun, roda pemerintahan harus transparan untuk menghindari kebohongan public. undang undang no 14 tahun 2008 sudah jelas tentang informasi keterbukaan informasi publik.

“Muhammat ali kades tomoli selatan harus terbuka kepada masyarakat, nah jadi pertanyaan sampai saat ini ijasah SD sang kades tidak bisa memperlihatkan ijasah SD (asli) patut dipertanyakan”, ungkap muldani .

Terpisah M. Ali yang di temui mediatajam.com Kamis (09/08/18) di kantor desa Tomoli selatan tidak mau menanggapi terkait dugaan ijasah SD palsu yang di tuduhkan. “kenapa berita muncul tanpa konfirmasi sebelumnya saya keberatan”, katanya.

Kedatangan mediatajam ke kantor desa ketemu kepala desa Tomoli selatan untuk mengkonfirmasi terkait apa yang di sangkakan terhadap kades, tapi sang kades malah berbelit belit dan tak mau member jawaban.

Terkait dugaan ijazah palsu tersebut, masyarakat meminta Kapolda Sulawesi Tengah  Brigjen.Pol.Ermy widyatno agar segera turun tangan . “masyarakat menunggu kejelasan dari permasalahan ini, dan kami meminta pak kades juga bersedia menunjukan apa yang kami minta”,ungkap seorang warga yang enggan di sebut namanya.** TIM