Tajam News

Ingin Tobat , Warga Binaan Rutan Rembang Rajin Mengaji di Pesantren

REMBANG,mediatajam.com -Pesantren bernama At-Taubah yang didirikan di dalam kompleks Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kabupaten Rembang menjadi pengantar menuju kebaikan bagi para warga binaan setempat.

Melalui berbagai bimbingan ibadah dan pengajian, mereka yang sedang menjalani masa hukuman mendapat kesempatan untuk kembali menempuh jalan yang benar, sesuai tuntunan agama.
Saat dikunjungi awak media Kamis (12/9),

Rutan yang berlokasi di tepi Jalur Pantura ini diramaikan oleh suara bersahutan dari ratusan warga binaan, yang khusyuk melantunkan ayat Alquran dan bacaan dzikir. Mereka rutin dibimbing secara rohani oleh penyuluh Kantor Kementrian agama setempat.
Abdurrahman, salah satu penghuni Rutan mengaku kerasan dengan diadakannya pengajian di Rutan setempat. Setiap hari, dirinya bersama rekan warga binaan lain banyak menghabiskan waktu di pengajian.

“Banyak bimbingan rohani yang kami dapatkan dari sini, mulai dari belajar salat dan bacaannya. Kalau mengaji ada yang tidak bisa sama sekali dari Iqro, hingga melancarkan bacaan Alquran. Sejak jam 07.00 pagi hingga siang dilanjut salat zuhur,” bebernya.

Warga binaan Lapas Rembang nampak serius belajar mengaji.

Dengan mengikuti kegiatan rohani, dirinya yang kini tengah menjalani masa hukuman 10 bulan, merasa masih ada kesempatan untuk bertobat.
“Dulu saya melanggar hukum karena sering mengikuti hawa nafsu. Setelah keluar dari sini saya hanya ingin menjadi orang yang lebih baik,” ungkapnya.

Sementara warga binaan lainnya, Supriyanto , yang ternyata seorang Hafidz atau penghapal AlQuran 30 Juz mengaku sangat menyesali perbuatannya. kini sehari-hari ia mengajarkan rekan sesama penghuni Rutan untuk fasih mengaji.

Dirinya yang terjerat Pasal 363 KUHP, kini tengah menjalani 5 bulan dari 1 tahun 4 bulan masa hukuman. “Saya sangat ingin kembali kenjadi orang baik, itu harus saya lakukan, apalagi ada keluarga dan anak menanti di rumah,” ujarnya.

Petugas penyuluh agama di
Rutan Kelas IIB Rembang, H.Mahfut, mengatakan, Kegiatan keagamaan merupakan inisiasi dari pihak Rutan bekerjasama dengan Kantor Kementrian
Agama Rembang.

Setiap pagi hingga waktu Zuhur, bimbingan ibadah dan pengajian digelar terpusat di masjid kompleks Rutan Kelas IIB Rembang. Pihaknya membina ibadah, praktek salat baik wajib maupun sunnah, puasa, dan sebagainya.

“Secara rutin kegiatan ini kami adakan sejak tahun 2005. Mereka dibina agar menjadi orang yang lebih baik dan mudah-mudahan setelah keluar dari sini sudah betul-betul bertaubat dan selalu beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Rutan Kelas II B Rembang Ruspriyatno melalui
petugas Pelayanan Tahanan
Hj.Sri Nurwiyani didampingi petugas Bimbingan Rohani Imam , mengatakan, saat ini ada 125 tahanan beragama Islam yang mengikuti pengajian di Pesantren.

“Mereka setiap hari Senin dan Kamis ada bimbingan rohani dari Kemenag. Selain hari itu, ada cara cepat membaca Alquran. Kami juga mengadakan salat jamaah Zuhur dan Ashar di Masjid,” terangnya.

Sejak lima tahun didirikan, manfaat dari Pesantren At-Taubah sangat terasa bagi warga binaan. Bimbingan rohani selama di Rutan berhasil menjadi bekal mereka.

“Banyak yang sudah keluar, menjadi orang baik. Ada juga beberapa yang ikut datang membantu mengajar di sini, mengajarkan amalannya kepada warga binaan,” imbuhnya.(san)