Tajam News Kriminal

Ini Dia Empat Pelaku Pembunuh MAK di Ngaliyan

Semarang,mediatajam.com – Resmob Polrestabes Semarang meringkus empat pelaku pembunuh Muhammad Andik Kurniawan (25), di Jalan Bringin Raya, Tambakaji, Ngaliyan pada Sabtu (27/6/20). Bahkan, satu tersangka mendapat tembakan pada kaki kanannya lantaran akan kabur ketika ditangkap.

Kapolrestabes Semarang Kombes. Pol Auliansyah Lubis ketika gelar perkara menerangkan, tersangka berinisial BRD dan AN keduanya warga Ngaliyan Kota Semarang ditangkap saat kabur di Lodan Wetan, Sarang, Rembang pada Jumat (14/8/20). Sedangkan, KA dan GFS warga Sukoharjo diciduk di Pasar Klitikan, Bantul, Yogyakarta pada Minggu (16/8/20).

“Tersangka BRD diberikan tindakan tegas terukur berupa tembakan dikaki kanannya karena akan kabur ketika ditangkap,” imbuh Kombes. Pol Auliansyah, Senin (24/8/20).

Dijelaskan, kejadian pembunuhan bermula ketika korban terlibat adu mulut melalui chating media sosial dengan tersangka BRD yang merupakan otak pembunuhan. Adu mulut berlanjut dengan pertemuan antara tersangka dan korban di Jalan Bringin Raya, Tambakaji, Ngaliyan.

“Tersangka berjumlah 6 orang, untuk dua tersangka yang masih buron kami minta untuk segera menyerahkan diri,” ujarnya.
Dikatakan Kombes. Pol. Aulisyah, BRD mengajak teman-temannya berkumpul ketika akan bertemu korban. Ketika bertemu, terjadi adu mulut dan berujung pada penganiyaan terhadap korban.

“Sebelum bertemu korban, tersangka BRD mengajak teman-temannya dan menyiapkan palu, gergaji, palu, linggis, pisau dan barneckle untuk menganiaya korban,” jelasnya.

Setelah bertemu di lokasi kejadian, BRD dan korban terlibat adu mulut hingga terjadi pengeroyokan. Bahkan, diantara tersangka menusuk perut korban mengunakan senjata tajam.

Kapolrestabes Semarang Kombes.Pol.Auliansyah saat pers rilis kasus pembunuhan Andik.

“Para pelaku dijerat Pasal 170 ayat (1) dan (2)ke 3 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” pungkasnya.

Sementara itu, BRD kepada awak media mengaku pembunuhan bermula ketika terlibat adu mulut dengan korban melalui chating media sosial. Ketika akan bertemu dengan korban, ia mengajak teman-temannya dan membawa peralatan untuk melakukan penganiayaan.

“Korban bicaranya kasar terus, lalu ketika akan bertemu saya ajak teman-teman untuk menganiaya korban,” katanya.**SEF/SAM