Tajam News

Jefri STIE : Kita Laksanakan CAT Sesuai Aturan, Pihak Terkait Juga Ikut Ngecek

KENDAL,MEDIATAJAM.COM – Menanggapi berita miring yang menyebut pihak Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Semarang tidak transparan dalam pelaksanaan proses seleksi perangkat desa di Kecamatan Ngampel Kab.Kendal,  Jefri Heridiyansah selaku ketua CAT panitia perekrutan perangkat desa Kab.Kendal mengatakan dirinya sudah melakukan proses seleksi sesuai aturan yang ada.

Jefri menjelaskan, pihaknya selaku pelaksana CAT untuk desa Kebonagung , Dempelrejo  dan Winong tes telah dilaksanakan secara transparan dan sangat terbuka.

“Jadi peserta sebelum masuk ke ruangan bebas memilih komputer.  Dan untuk hasil nilai peserta juga langsung ditayangkan di layar monitor yang bisa disaksikan umum. Nilai yang ditampilkan sangat real time. Setiap jawaban yang diinput peserta langsung terupdate dan datanya bergerak,” ungkapnya saat dihubungi lewat sambungan telpon pada Sabtu pagi (13/02/21).

Menurutnya, permintaan pemeriksaan server juga sudah dilakukan oleh tim kominfo Kab Kendal , dan setelah sesi kedua dan ketiga test dan dilanjutkan malam jam 19.30 dengan menghadirkan 2 anggota DPRD Kab Kendal.

“Dua anggota DPRD juga sudah memeriksa kelengkapan administrasi dari nomor urut  presensi yang kita sesuaikan dengan SK ketetapan peserta dari desa. Terkait pengurangan nilai kata peserta, tim kominfo juga sudah melihat dengan tim IT yang bersangkutan dan mengganti jawaban dari data server di STIE karena server kita terprogram jawaban benar nilainya satu untuk jawaban salah tidak ada nilai,” tambahnya lagi.

Disinggung terkait  soal yang katanya tidak  sesuai perbub, Jefri menyebut pihaknya sudah menyesuaikan 70% yang dibagi menjadi pancasila, UUD 45, Bahasa Indonesia, Pengetahuan Umum tentang Kab. Kendal serta 30 % untuk  kemampuan bidang.

“Kami mohon untuk para kades yang bekerjasama dengan pihak STIE bisa membantu mengklarifikasi atau memberi pengarahan kepada warganya yang ikut test tentang apa yang sudah mereka minta sudah kita lakukan semua, jadi mohon tidak menyebar berita hoax yang bisa merugikan kita”, pungkasnya.

Jefri menegaskan, mengapa pihak desa mau bekerja sama dengan STIE dalam seleksi perangkat karena mereka tahu kinerja kita selama ini dan mereka percaya bahwa STIE Semarang sudah transparan.

Terpisah, salah satu peserta tes perangkat di Desa Winong yang enggan di sebut namanya mengakui jika pelaksanaan tes kemarin sudah bagus dan sesuai aturan.

“Menurut saya tes kemarin cukup transparan dan terbuka, kita bebas pilih komputer dan nilai langsung keluar saat itu juga. Mungkin memang belum rejeki saya jadi ndak lolos ,”ungkapnya.**SEF