Tajam News

Jelang Ramadhan Pengrajin Bedug di Rembang Kebanjiran Pesanan

REMBANG,mediatajam.com  – Tulus warga Desa Sumurtawang Kecamatan Kragan Rembang , kebanjiran pesanan bedug besar yang biasa digunakan untuk penanda datangnya salat di masjid.

Pesanan rata rata datang dari pemesan yang berada di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah .
Keberkahan pesanan itu juga datang saat bulan Ramadhan tahun ini.

Tulus mengaku usaha yang sudah dijalankannya sejak 8 tahun terakhir ini mendapatkan pesanan bedug sebanyak 3 unit.

Di mana satu unitnya yang berukuran diamater sekitar 1.5 sampe dengan
2 meter ini dihargai Rp 35 juta.

Untuk pembuatannya saja, Tulus menjabarkan bahwa satu unit bedug ukuran besar dapat dikerjakan paling lama 2 bulan.

Selain itu, dalam pengerjaannya ia dibantu beberapa rekannya. Mengingat pesanan bedug itu juga akan segera di pasang di tempat ibadah yang nantinya bakal dijadikan sebagai penanda datangnga salat dengan cara ditabuh oleh umat Muslim ini.

“Rata rata pemesannya dari Tuban Jawa Timur ada juga dari Jawa Tengah Al Hamdulillah saat ini ada 3 unit bedug, dan untuk satu unitnya seharga Rp. 35 an juta,”kata Tulus.

Penghasilan itu belum dikurangi pembelian bahan baku maupun honor rekannya yang ikut membantu pembuatan bedug itu.

“Ya sekitaran Rp. 5 jutaan lah bersihnya. Rp. 35 an juta itu kan harga keseluruhan,”urainya.

Sementara itu saat ditanya soal kepiyawaiannya membuat bedug itu, Tulus mengaku bahwa ia hanya membuatnya secara otodidak.

“Ya semua itu pas liat bedug di masjid saat ada acara ziarah atau lainnya. Perasaanlu saat itu, jika membeli pasti cash, tapi jika membuat sendiri akan bagus. Dan akhirnya membuat secara otodidak,”paparnya.

Di sisi lain, saat ditanya lagi soal keluhannya saat ini, ia menjabarkan bahwa bahan baku kayu yang akan dibuatnya saat ini jarang untuk ditemukan dengan kualitas yang baik.

“Kayu mehnya yang bagus kadang sulit. Namun untuk kulit kerbau yang akan dipasang di lingkaran bedug itu harus didatangkan dari Kudus. Dan itu juga harus ukuran 2 meter persegi di setiap sisinya,”tambahnya.(Hasan Yahya)