Tajam News

Kecewa 56 Sertifikat Dibatalkan, Warga Kebonharjo Pasang Spanduk Siap Perang

Warga memasang spanduk besar bertuliskan Kebonharjo Ilang Siap Perang di Flyover Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Minggu (!6/02/20). FOTO : mediatajam/ibnu sefrin

SEMARANG (MEDIATAJAM) – Warga Kelurahan Kebonharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang yang sertifikat tanah dibatalkan dan rumahnya akan digusur melakukan aksi demo serta pemasangan spanduk protes di Jalan Ronggolawe pada Minggu pagi (16/2/2020).

Pantauan mediatajam dilokasi, nampak ratusan warga membentangkan spanduk protes bertuliskan Satu Kata Lawan. para warga juga memasang spanduk besar bertuliskan Kebonharjo Ilang Siap Perang di Flyover Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Hal Itu dilakukan ,  setelah adanya pembatalan sertifikat tanah dan bangunan oleh Badan Pertahanan Nasional (BPN) Jawa Tengah yang dilakukan melalui PTUN Semarang .

Suparjo Ketua Forum RW Kebonharjo mengatakan, dalam surat BPN tersebut telah membatalkan 56 sertifikat milik warga.

Menurutnya, puluhan sertifikat yang dibatalkan itu adalah tahap awal dari pembatalan seluruh sertifikat tanah dan bangunan warga lainnya di kelurahan Kebonharjo.

“Warga menolak pembatalan itu karena dasar kami telah melakukan sesuatu dengan peraturan pemerintah.” tandasnya.

“Namun pada 2016 lalu, PT KAI tiba-tiba melakukan mengklaim tanah Kebonharjo dan mengeksekusi tanpa pengadilan,” tambahnya dengan nada tinggi .

Ia menambahkan, warga sudah koorperatif jika PT KAI dan pemerintah berencana melakukan reaktivasi Jalur Stasiun Tawang menuju Pelabuhan Semarang yang melintas permukiman warga Kebonharjo.

Namun pihaknya meminta untuk ganti untung yang layak bagi penghidupan warga selanjutnya setelah digusur.

“Kami meminta agar mendapatkan ganti untung yang layak seperti saat diskusi antara warga, DPD, dan PT KAI pada Oktober 2017. Bukan Rp 250 ribu permeter. Itu tidak manusiawi,” ucapnya.

Pihaknya akan terus melakukan aksi penolakan terhadap surat pembatalan sertifikat oleh BPN. Tak menutup kemungkinan pihaknya akan menggelar aksi lebih besar agar tuntutan mereka tersampaikan.

“Jangan sampai pembatalan 56 sertifikat ini berhasil.Kita tunggu satu minggu ini bagaimana sikap PT.KAI” pungkasnya.**SEFRIN