Peristiwa

Ketua LPRI Ragukan Kwalitas Proyek Pedestrian Pemda Gowa

Gowa, mediatajam.com – Pekerjaan proyek pembangunan pedestarian yang berada disekitar jalan Tumanurung kecamatan Somba Opu kabupaten Gowa yang kerjakan PT.MITRA BAHAGIA UTAMA dengan dana berkisar 24.662.495.681.53. menggunakan anggaran APBD.tahun 2019.

Pasalnya proyek pedistrian perjalanan Gowa menata pembangunan sebagai tahun insfrastruktur tahun 2019 dengan menggunakan anggaran belanja Daerah APBD proyek pembangunan senilai kurang lebih 24 milyar dengan waktu pelaksanaan 180 hari kelender patut diduga asal jadi dan mengedepankan keuntungan besar oleh pihak pekerjaan dan kwalitas ditiadakan bayangkan dari segi dibahwa ukuran dan kedalamannya patut dicurigai tidak mampu menjadi kebutuhan dalam jangka waktu lama alias perlu ditinjau pengawasannya.

Berawal Kehawatiran warga yang berinisial HT DRENASE yang dikerjakan asal jadi boleh dikata cara kerjanya kasar diragukan kwalitasnya bisa jadi dalam jangka panjang air yang kemungkinan muatan yang dilalui DRENASE yang dikerjakan tiap tahun semakin besar dan kemungkinan proyek ini dikerjakan hanya mencari “keuntungan besar”sementara kwalitas untuk bertahan lama dikesampingkan.

Proyek pekerjaan PEDISTRIAN PU Pemda Gowa dijalan Tumanurung telah mengundang banyak komentar salah satunya adalah Ketum Lembaga poros rakyat Indonesia LPRI M.Jafar Siddiq dg Emba angkat bicara sangat disayangkan nilai anggaran proyek besar yang menelan kurang lebih 2 milyar dikerjakan asal jadi dan kwalitas dalam jangka waktu lama diragukan perlu dilakukan pengawasan.

Ketua LPRI M.Jafar siddiq yang akrab disapa Dg Emba menambahkan bahwa¬† ” ini kan pembangunan pakai uang negara , patut kita pertanyakan makanya kita perlu harus pantau jika memang pekerjaan tidak benar kita laporkan ke instansi terkait” , pungkasnya.

Terkait dengan PP 71 tahun 2000 sudah jelas tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dan pemberian penghargaan dalam pencegahan dan tindak pidana korupsi sebagai anak bangsa wajib kita lakukan pengawasan dalam proyek pembangunan yang dikerjakan oleh pemerintah jangan nanti ada proyek diduga menyalahi bestek dan merugikan negara dan masyarakat.

Sampai berita ini ditulis belum ada jawaban dari pihak pekerja proyek pedistrian PU Pemda Gowa.***Muldani