Tajam News

Ketua Timses Amir Machmud Akan Diproses Hukum, GP Tunjuk Rangkey Margana Jadi Lawyernya

SEMARANG, mediatajam.com – Ketua Tim Sukses Amir Machmud NS, Solikun akan diproses secara hukum dengan dugaan pencemaran nama baik terhadap jurnalis senior Gunawan Permadi (GP).

Solikun diduga melanggar UU ITE dengan beberapa tuduhan terhadap GP, antara lain melakukan kecurangan dalam proses pencalonan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng.

Kuasa Hukum GP, Rangkey Margana mengatakan, akan segera melaporkan Solikun ke pihak yang berwajib. Pihaknya mengaku telah mengantongi bukti yang cukup sebagai syarat untuk melaporkan.

“Bukti-bukti sudah kami kumpulkan semua. Ada 5 lembar bukti surat. Itu sudah cukup sebagai syarat untuk melaporkan,” ujarnya saat ditemui di Gedung Dekranasda dan Pramuka (Despra) Jateng, Selasa (15/9).

Rangkey menjelaskan, Solikun akan dilaporkan atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan penghinaan. Selain itu, timses Amir Machmud itu juga akan dilaporkan atas fitnah melalui media sosial atau media masa.

“Perlu diketahui, UU ITE ini mengandung ancaman pidana maksimal 4 tahun penjara dengan denda Rp 750 juta. Jika nanti kita melangkah, itu sanksi yang akan kita terapkan kepada saudara Solikun,” bebernya.

Dalam kasus ini, lanjut Rangkey, bisa didalami apakah Solikun bertindak atas kehendak sendiri atau ada orang lain yang menyuruh. Menurutnya, jika ada orang lain dibalik pencemaran nama baik itu maka bisa dilibatkan. Ditanya perihal itu, GP mengatakan semuanya sudah diserahkan ke kuasa hukum.

Gunawan Permadi menandatangani surat kuasa kasus dugaan pencemaran nama baik yang akan dilaporkannya.

“Ini perkara penegakan hukum. Sudah saya serahkan ke kuasa hukum,” kata dia.
Dalam kaitan pemberitaan, GP telah menempuh klarifikasi hak jawab dan laporan ke Dewan Pers. “Dalam kaitan tindakan pelaku, saya serahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum,” kata GP.

Sementara itu, Ketua Tim Sukses Amir Machmud NS, Solikun saat dikonfirmasi belum dapat tersambung. Ketika dihubungi melalui telepon, Solikun menjawab sedang makan dan minta agar menghubunginya beberapa saat kemudian. Setelah ditunggu beberapa saat, lalu dihubungi untul kali kedua namun tidak diangkat. Lantran tak kunjung menjawab, kemudian penulis berinisiatif mengajukan beberapa pertanyaan melalui _WhatsApps_. Namun tetap saja tak kunjung dijawab hingga berota ini diterbitkan. *SEF/Siswo A