Tajam News

Tunda Sidang Putusan,Majlis Hakim Berharap Kedua Belah Pihak Masih Bisa Berdamai

H.Ali Machmudi selaku Penggugat paling kira ,S,Sudirman & CO Kuasa Hukum Tengah di dampingi Sulistyo Budi paling kanan usai persidangan.

Demak.Mediatajam.Com.Sidang lanjutan perkara antara ahli waris debitur dan Kreditur dalam hal ini sebagai tergugat satu adalah Bank BRI Cs cabang Demak hingga saat ini terus bergulir.Sidang yang sudah berjalan kurang lebih 20 pertemuan itu sedianya sudah tahap pembacaan Putusan oleh Majlis Hakim ,namun dengan alasan belum lengkap, sehingga persidangan putusan itu di tunda pada minggu depan.

“Karena belum lengkap, sidang putusan di tunda minggu depan tgl 7 oktober 2020 Namun demikian, Sebelum sidang putusan nanti di bacakan kami berharap bagi kedua belah pihak yang berperkara bisa berdamai,”kata ketua majlis Hakim singkat saat memimpin sidang di Pengadilan Negeri (PN) Demak Rabu (30/9/2020).

Menanggapi penundaan sidang putusan tersebut,Kuasa Hukum dari penggugat (red)H.Ali Machmudi,S.Sudirman S.H&CO di dampingi Sulistyo Budi dan Rekan menilai bahwa dengan di tundanya sidang putusan tesebut serta majlis Hakim menyarankan untuk adanya damai artinya majlis Hakim masih ada hati nurani.

“Jadi kalau saya melihat terkait ini berarti majlis Hakim masih punya hati nurani melihat sosok penggugat dalam hal ini pak Haji,mungkin juga sudah membaca kesimpulan dari kita juga, ada banyak yang harus di pertimbangkan dan analisa lagi,makanya di beri kesempatan kepada para pihak untuk bertemu lagi untuk bermediasi.”ujar S.Sudirman usai persidangan.

Namuun begitu,pihaknnya selaku Kuasa Hukum dari Penggugat pada prinsipnya tetap menyerahkan keputusan itu kepada H,Ali Macmudi apapun keputusanya ia serahkan sepenuhnya karena kata dia,sebagai kuasa Hukum hanya menjalankan secara prosedural Hukumnya saja.

“Ketika ada penawaran ke pak haji ya penawaranya seperti apa dulu,kalau dari kami sih hanya menginginkan sertifikat itu di kembalikan saja ndak ada persoalan lain hanya itu saja,kita tidak akan ada tuntutan materiel maupun inmateriel,namun bagaimana tentang kerugian dari pihak kita ya nantilah pak haji yang bicara masalah bu mustofiah yang sudah mengeluarkan berapa .ya itu menjadi tanggung jawab dari pihak BRI karena BRI yang harus bertanggung jawab atas keteledoran dari sudut pandang perjanjianya.”ungkapnya.

Sementara,dari perwakilan Bank BRI cabang Demak Sapto Edi ketika di mintai tanggapan terkait perkara tersebut menyebut bahwa pihaknya berharap yang terbaik,bisa adil dan bisa di terima dari kedua belah pihak..

“Ya kalau menurut majlis Hakim itu yang terbaik ya, sah sah saja kita hanya bisa menunggu dan berharap keputusan yang terbaik dan adil,yang bisa di terima dari kedua belah pihak.”jelasnya.

Namun demikian,ketika akan di mintai tanggapan lebih jauh lagi terkait pemberitaan Ia enggan menananggapi alasananya Ia punya atasan untuk itu di sarankan untuk langsung datang ke Kanwil Bank BRI yang berada di semarang

“Kalau terkait klarifikasi saya harus ijin pimpinan,karena ada yang membawahi saya langsung saja ke tim Hukum Kanwil BRI,ujarnya singkat.

Namun ketika mediatajam.com.sampai di kantor Kawil Bank BRI yang beralamatkan di Jl.Teuku Umar Jatingaleh semarang yang langsung di temui dari tim Hukum Haposan SH, dan Reza mengatakan, bahhwa pihaknya juga tidak di beri kewenangan untuk memberikan keterangan terkait pemberitaan di media massa.

“Kami mohon ma’af bukan maksut ada lempar lemparan namun di kami ada mekanisme serta ketentuan perusahaan ,memang apa yang di sampaikan pak Sapto itu sudah tepat, memang kalau ada Statement permintaan di media itu di pegang oleh sekertariat Perusahaan(SKP,)/publik relation nya,jadi kita nginduk semua di kantor pusat semua berita yang ada kami kirim selanjutnya kantor pusat yang mengeluarkan.”imbuh Haposan Singkat.

Seperti di beritakan sebelumnya,merasa di rugikan,H.Ali machmudi(55) warga Ds,Pamongan Rt 10 RW 2 Kec,Guntur kabupaten Demak sebagai ahli Waris Debitur menggugat para pihak yakni kreditur Bank BRI Cabang Demak (oknum -oknum Bank BRI)Notaris ,pemenang lelang ,KPKNL,dan BPN Demak ,Ia mengaku akan tetap mempertahankan haknya mencari keadilan di Pengadilan Negeri(PN)Demak.** Uut/Red