Tajam News

Laskar Santri Nusantara Menilai Gerakan Tagar 2020 Ganti Bupati Dapat Memicu Konflik Masyarakat

REMBANG,mediatajam.com – Kami Laskar Santri Nusantara DKC Kabupaten Rembang menilai gerakan yang mengusung jargon #2020 Ganti Bupati ini dapat memicu konflik horizontal di tingkat masyarakat bawah menjelang pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Desember 2020 mendatang.

Pasalnya, gerakan itu disinyalir telah menggiring opini publik yang sudah mengarah pada pembunuhan karakter dan black campaign.terhadap bakal calon tertentu..

Hal tersebut disampaikan oleh
Muhamad Nuril Anwar Dewan Pakar Laskar Santri Nusantara DKC Rembang dihadapan puluhan santri saat membacakan pernyataan sikap dalam acara Konsolidasi Laskar Santri di Rumah Makan E Mayor Desa Sumberejo Kecamatan Pamotan Jum’at (7/8) sore.

“Kami melihat , pola gerakan yang pernah dimainkan oleh kelompok intoleran saat Pilpres itu sepertinya juga akan dimainkan di Pilkada Kabupaten Rembang.
Melalui gerakan tagar “Ganti Bupati” itu sudah terbukti menimbulkan perpecahan dimasyarakat.
Ini tentunya jelas menimbulkan masalah ditengah masyarakat Kabupaten Rembang yang terkenal sangat adem ,santun , dan menjunjung tinggi toleransi “terangnya

Lebih lanjut Nuril menjelaskan untuk menyikapi fenomena dan dinamika politik yang terjadi ditengah -tengah masyarakat tersebut maka kami dari Laskar Santri Nusantara DKC Kabupaten Rembang mendorong kepada penyelenggara pemilu , aparat penegak hukum, tokoh masyarakat , serta Ulama untuk terus berperan aktif mensosialisasilan pemilu damai dan kondusif.

Menolak segala bentuk gerakan apapun yang berpotensi menimbulkan perpecahan ditengah masyarakat, termasuk gerakan tagar ganti bupati.

Karena , gerakan tersebut patut diduga ditunggangi kelompok intoleran.
Menolak segala bentuk kampanye yang bermuatan kebencian Sara dan Hoax
Mengajak seluruh masyarakat rembang untuk terus mendukung iklm demokrasi yang sehat melalui gerakan kampanye damai beretika dan bermartabat.”pungkasnya .(San)