Tajam News

Lazis Jateng dan Lazis Bina Insan Bantu Santri RSP Maunatul Mubarok Terdampak Banjir

Semarang,mediatajam.com – “Hidup adalah pelayanan, pelayanan kepada umat dan pelayanan kepada semesta”.

Begitulah isi tulisan dari spanduk yang terpampang di halaman gedung PRS Maudatul Mubarok. Lembaga rehabilitasi gangguan jiwa dan pengguna NaPZa ini menampung 118 pasien, atau yang akrab disebut santri disana. 118 pasien terdiri dari 103 orang dengan gangguan jiwa dan 15 orang yang sedang menjalani rehabilitasi NaPZa.

Seluruh santri yang ada di PRS Muadatul Mubarok datang dari seluruh Indonesia. Kedatangan mereka diantar keluarga melalui jalur air,darat dan udara.

Selain itu terdapat pula santri ODGJ yang terjaring sweeping yang dilakukan oleh pengurus setiap Jum’at nya. Rentang usia santri dari usia 18-64 tahun. Di lembaga ini para santri mendapatkan terapi zikir dan ruqiyah sebagai ikhtiar penyembuhan mereka, selain itu terdapat pula para tenaga ahli dan petugas yang mengurus santri sehari hari.

Saat banjir merendam kawasan sekitar Pusat Rehabilitasi pengurus kesulitan mengevakuasi santri, sehingga santri hanya diungsikan dilantai dua bangunan PRS. Banjir yang selama 13 hari melanda daerah Sayung tempe turut melanda PRS Maudatul Mubarok sedalam 1 meter. Banjir ini disebabkan curah hujan yang tinggi dan menyebabkan tanggul dombo Sayung jebol.

“Seluruh santri disini tetap kita penuhi kebutuhan nya di tengah banjir walaupun harus diungsikan ke lantai dua bangunan karena lantai satu terendam banjir. Santri yang kooperatif kita berdayakan untuk evakuasi dan distribusi bantuan dari donatur. Terimakasih Lazis Jateng dan Lazis Bina Insan atas bantuan nya. Semoga berkah, dan diberikan kesehatan untuk keluarga, baik keluarga di pekerjaan maupun dirumah” ucap Muhammad Sodikin Selaku Terapis PRS Maudatul Mubarok Rabu (17/02).

Lazis Jateng menyalurkan bantuan dari Donatur yang terdiri dari Sembako dan Alat kebersihan untuk santri PRS Maudatul Mubarok yang terdampak banjir Jawa Tengah tahun 2021, sebagai bentuk aksi peduli bencana.**SF/Ay