Peristiwa

Lecehkan LSM Tajam , Sukirman Kadus Harjowinangun Segera Dipolisikan

Kadus Harjowinangun, Sukirman

PURWODADI, MEDIATAJAM.COM _ Sukirman seorang kepala dusun Harjowinangun Kec.Godong Purwodadi diduga telah melecehkan LSM Tajam dengan menyebutkan kata-kata dan gerakan yang membuat berang sebagian anggota Tajam yang mendengarnya.

Pasalnya ucapan sang kadus harjowinangun itu dilakukan saat rapat pembahasan pelaksanaan lelang tanah bondo desa tahun 2017/2018 di desa setempat pada hari Rabu (18/09/2017) dihadiri oleh Camat, Waka Polsek Godong, Koramil, BPN,BPD Ds.Harjowinangun, perangkat desa, ketua rt/rw, Babinsa, Babinkamtibmas, warga dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam pidatonya tersebut Sukirman nampak marah dan menuduh ada anggota Tajam yang memasang patok-patok tanah di desanya. Hingga pada akhir pembicaraan dia menyatakan, jika “saya dipanggil BPN maka saya akan hormat begini sambil mengangkat tangan kanannya menunjukkan sikap hormat, tapi jika kepada LSM Tajam maka hormatnya begini “sambil mengangkat tangan kirinya dengan posisi hormat kebalik”, demikian kata-kata sukirman yang terekam oleh seorang jurnalis TV.

Entah apa yang melandasi sang kadus berkata seperti itu di dalam sebuah forum yang terhormat. Tak ayal beberapa anggota tajam yang hadir kemudian melaporkan tindakan tersebut kepada ketua umum Abah Sulthon di kantor DPP.

Menanggapi hal itu, ketua umum langsung mencoba mengontak kadus yang bersangkutadan namun Sukirman dengan nada tinggi menyanggahnya dan mengatakan “bapak tidak tahu yang terjadi dilapangan” demikian ungkapnya.

Atas ucapan dan perbuatan tersebut maka ketua umum Tajam segera memerintahkan ke bidang terkait untuk melaporkan tindakan kadus harjowinangun tersebut ke polisi.”yang jelas kita sebagai lembaga yang resmi dan sah tidak terima dilecehkan seperti itu, besok kita langsung tindak lanjuti ke pihak terkait. Kita kawal terus sampai dia dipecat dari jabatannya”, tegas Abah sulthon.

Sementara itu Ari Sutopo anggota DPW Jateng yang saat itu berada di lokasi kejadian menyebutkan, bahwa apa yang dtuduhkan oleh kadus sukirman jika anggota tajam mematok tanah itu tidak benar. Karena tanah itu yang mematok adalah orang dari Siti Aminah si pemilik tanah itu sendiri.

Lebih lanjut Ari menjelaskan jika tanah milik Siti Aminah itu memang bersebelahan dengan tanah bondo desa harjowinangun. Bahkan setelah lelang tanah bondo desa tersebut tanah milik Siti Aminah ikut diratakan oleh pihak desa dengan menggunakan bego.

“Yang jelas kita fokus melaporkan tindakan pelecehan kadus sukirman itu dulu, seperti instruksi ketua umum. Kita akan kawal terus kasus ini”, terang Ari Sutopo.**TIM