Peristiwa

Lelang Terbuka Tanah Bengkok Desa, Kades Caruban : Ini Wujud Keterbukaan Publik

MediaTajam.com,KENDAL– Kepala Desa Caruban Purna Polri Diyah Tin Agustina, yang Pernah menjabat di bidang Kehumasan di Mabes Polri ini yang dekat dengan Awak media ini.

Mengelar lelang Bengkok Desa Secara Terbuka Pertama kali di massa jabatan 1 tahun ini, Untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan desa yang transparan dan akuntable dalam proses penggalian Pendapatan Asli Desa, hari Ini Jum’at (16/4/2021) Desa Caruban, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal mengadakan Lelang Tanah Kas Desa dari lahan Pertanian yang berlangsung terbuka.

Lebih dari 60 peserta nampak telah memadati Balai Desa setempat sejak pukul 20.00- 23.00 dan setengah jam kemudian proses lelang di buka, Ujar Sekdes Sunandar disela sambutannya.

Sementara pengumuman pendaftaran sudah di buka sejak beberapa hari lalu melalui media informasi desa dan kegiatan rutinan RT (Rukun Tetangga) yang tersebar di wilayah desa setempat.imbuhnya

Dari pantauan mediatajam.com, selain dihadiri oleh Kepala Desa, Perangkat dan peserta lelang, nampak hadir juga Muspika camat Ringinarum sobirin dan Babinkamtibmas Kecamatan Ringinarum. Proses kegiatan lelang sendiri menggunakan sistem terbuka.

Kepala Desa Caruban Purna Polri Diyah Tin Agustina, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan pelelangan ini.

“Alhamdulillah antusias masyarakat desa Caruban, ada kenaikan dalam pelelangan tersebut walaupun tadi agak sedikit panas, tapi Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik” Ujarnya.

Saat ditemui usai acara menambahkan , teman-teman wartawan bisa lihat sendiri, saya menjabat kurang lebih 1 tahun beda dengan lelang sebelumnya tidak dilakukan secara terbuka,Yang ini cukup meriah, terus cukup antusias,Katanya.

Meskipun kita ketahui bersama, bahwa masa ini masa pandemi,tidak menyurutkan para petani untuk tetap melaksanakan pengikutan lelang ini dan kemudian menanam tanaman sesuai dengan isi tanaman yang disini dengan menanam tembakau dan padi, maupun jagung,

“Hasil Lelang ada 24, tapi laku 23, masih ada satu plong lagi karena memang daerah banjir, makanya tadi kan aturannya lepas sejuta empat ratus tapi orang nawar satu juta, Pungkasnya.

“Untuk harga dasar bervariatif Mas, tergantung lokasi tanah dan luas tanah kas desa yang dilelang,jumlah hasil lelang semua ada sekitar kurang lebih Rp.112.000.300″Pungkasnya.

Salah satu penerima Lelang, Haji jumar Rt 04/ 2 dukuh gintung sari mengatakan saya lelang 2 lokasi dengan nilai kisaran 6 juta.

“Hasil lelang produktif yang saya ambil, saya ditanam Padi dan tembakau, tergantung pada musim hujan atau kemarau, imbuhny
(Syifak)