Tajam News

Logo Pemkab Rembang Dicatut Dalam Video Bapaslon

Rembang,mediatajam.com – Dalam video yang menggambarkan salah satu bakal pasangan calon, mencatut logo Pemerintah Kabupaten Rembang. LangsungĀ  hal tersebut menuai sorotan berbagai pihak.

Video berdurasi 30 detik tersebut nampak merekam momen sesaat sebelum deklarasi bakal pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Pilkada Rembang 2020, Abdul Hafidz – M Hanies Cholil Barro’. Tepatnya ketika memasuki ruangan gedung Haji Rembang.

Logo Pemkab Rembang muncul mulai detik sembilan sampai akhir video. Di sebelah logo, tertulis Religius – Dinamis, Gemilang, Gemari Gampil Gampang. Dalam video itu pula, terdapat logo Hafidz – Hanies, lengkap dengan tulisan calon Bupati – calon wakil Bupati Rembang 2020.

Video itu pun tersebar di sejumlah platform media sosial. Mulai group Whatsapp, Facebook dan lainnya. Bahkan, beberapa aktivis partai pendukung Hafidz – Hanies juga turut mengunggah video tersebut.

Saat dikonfirmasi, Pj Sekda Rembang, Achmad Mualif mengakui tak mengetahui siapa yang membuat video tersebut. Dan ia memastikan, pihak Pemerintah Kabupaten Rembang tak sampai memberi ijin atas penggunaan logo.

“Yang buat siapa itu, dari Humas saya cek tidak buat tersebut. Enggak (menolak tanggapan), pihak yang berwenang saja,” terang Mualif dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (7/9/2020).

Mualif menjelaskan, logo Pemkab Rembang hanya dapat digunakan sesuai tata naskah dinas dan bilamana ada kerja sama antar pihak.

“Logo itu digunakan sesuai tata naskah dinas. Atau karena ada kerja sama antarpihak,” imbuhnya.

Terpisah, ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rembang, Totok Suparyanto menyebut, atas beredarnya video tersebut ia akan melakukan kajian khusus untuk menelaah tata aturan penggunaan logo Pemkab.

“Saya perlu mengkaji apakah logo tersebut adalah milik Pemerintah Rembang semata, artinya hanya boleh digunakan untuk kepentingan Pemkab, atau masyarakat juga boleh pakai secara bebas untuk kepentingan yang baik,” terangnya.

Meski demikian, Totok menyebut, video tersebut belum terbilang video kampanye karena belum memasuki tahapan kampanye. Sehingga menurutnya tak ada unsur pelanggaran.

“Belum bisa disebut kampanye karena belum ada Paslon. Masa kampanye dimulai tanggal 26 September. Jadwal kampanye ditetapkan terlebih dahulu oleh KPU,” pungkasnya.**SAN/MHY