Tajam News

Lounching GoPot Wayang Potehi, Sebagai Upaya Gairahkan Lagi Budaya Tionghoa

Hendrar Prihadi Foto bersama usai menyaksikan Pertunjukan Wayang Potehi di Gedung Rasa Darma Semarang pagi tadi.

Semarang.mediatajam.Com – Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong (Rasa Dharma)Semarang gelar pertunjukan wayang Potehi dan Lounching GoPot sebagai upaya penyelamatan budaya dan tolak bala, selain itu juga untuk kebaikan ,kesehatan keselamatan serta kelancaran seluruh warga kota Semarang terutama dalam menghadapi Pandemi Covid -19.

Dalam pertunjukan wayang Potehi ini mengambil kisah ‘Hou Yi Pemanah Matahari ‘yang di hadiri oleh Calon Walikota Semarang Hendrar Prihadi,Pemerhati Budaya seligus CEO Suara Merdeka Kukrit Suryo Wicaksono,Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) serta Bos Marimas Harjanto Halim.

Ketua Perkumpulan Boen Hian Tong (Rasa Dharma) Harjanto Halim mengatakan,ini merupakan hari yang bahagia meskipun di tengah pandemi -Covid-19 masih bisa melakukan kegiatan yang luar biasa yaitu menggelar Wayang Potehi sekaligus Lounching Mobil GoPot.

“Dengan adanya Mobil Wayang Potehi GoPot ini di harapkan orang orang akan lebih mudah untuk nanggap wayang potehi yang dulunya susah karena biayanya mahal sekarang dengan mobail ini biayanya murah terjangkau bisa kemana saja dan yang terpenting ceritanya juga pendek hanya 30 menit padat berisi do’anya mantap.”kata Halim di gedung Rasa Dharma Semarang Jl.Gang Pinggir, Nomor 31-31A, Semarang Kamis(1/10/2020).

Halim berharap,melalui usaha yang kecil ini kegairahan wayang Potehi bisa di hidupkan lagi dia mengaku sampai saat ini sudah banyak yang memanggil selain di Jawa juga sampai ke luar Jawa ,untuk pentas bisa di rumah,sekolah,tempat usaha,untuk peresmian,acara ulang tahun,kelahiran anak ,dengan sekali tampil cukup bayar 1 juta.

“Untuk lakon sendiri menyesuaikan ya,kalau hari ini mengabil kusah HOU YI memanah 9 matahari tolak pagebluklah ceritanya sesuai kondisi sekarang yang lagi pandemi Cobid-19.”imbuhnya.

Sementara,Hendrar Prihadi kepada Awak media mengatakan,bahwa kedatanganya adalah untuk menyaksikan wayang Potehi sekaligus memberikan apresiasi dengan adanya upaya melestarikan budaya di Semarang ini.

“Jadi yang saya beri apresiasi adalah upaya kawan kawan di Semarang ini untuk kemudian juga melestarikan warisan warisan budaya yang ada di Indonesia tidak hanya yang ada di jawa tetapi juga Wayang Potehi dari Tioghoa ini,”jelas Hendi

Menurut Hendi,merawat budaya ini sangatlah perlu supaya kemudian apa yang sudah pernah di lakukan oleh generasi sebelumnya bisa menjadi pengalaman berharga buat generasi generasi selanjutnya.**Tom/Sefrin