Tajam News

Menanamkan Nasionalisme dan Patriotisme Pada Generasi Melenial.

Semarang.Mediatajam.Com. Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah DR. Bambang Joyo Supeno, SH, MHum menyampaikan,Bahwa terkait semangat Patriotisme dan Nasionilme pada generasi Melenial perlu di bedakan mengingat nasionalisme merupakan salah satu ajaran tentang nilai-nilai kebangsaan yang tertuang dalam idiologi pancasila dan konstitusi,sedangkan Patriotisme merupakan semangat jiwa dan semangat juang untuk melaksanakan nilai-nilai kebangsaan .

“Yang pertama perlu kita ketahui terlebih dahulu adalah pemaknaan Nasionalisme dan Patriotisme menurut saya begitu,jangan sampai ada kesamaan.lalu bagaimana dengan era melenial ini yang merupakan era teknologi yang tidak bisa lepas dari era globalisasi kebebasan “kata Bambang dalam Diskusi Prime Topic yang digelar MNC Trijaya FM Semarang, dengan tema: Nasionalisme-Patriotisme Era Milenial, di Bahana Room, Hotel Noormans Semarang, Rabu (14/8).

Menurutnya,pada era melinialisme dan globalisasi  saat ini merupakan fenomena yang harus di hadapi dengan kearifan kebijakan dengan menempatkan kaum melenial ini harus sesuai dengan eranya.

“Tentunya untuk memupuk patriotisme dan Nasionalisme pada generasi muda ini Negara harus hadir yaitu melaui OPD setempat seperti,kesbangpol termasuk juga melalui Dinas DISPORAPAR Provinsi Jawa Tengah .ini menjadi tugas bagaimana menumbuhkan,meningkatkan mengenbangkan nilai-nilai Nasionalisme dan jiwa semangat patriotisme pada generasi muda ini yang tentunya dengan kebijagan dan kegiatan.”tandas Bambang.

Kepala Disporapar Provinsi Jawa Tengah, Drs Sinoeng Noegroho Rachmadi MM,menambahkan, bahwa pihaknya telah menargetkan hal ini bagi 8,5 juta generasi milenial yang ada di Jawa Tengah.

“Misalnya setiap ada kegiatan kepemudaan, olahraga, atau pariwisata, perlu melibatkan anak muda. Ini sudah termasuk upaya menanamkan nasionalisme dan patriotisme ke anak muda,” jelas Sinoeng,

Lebih lanjut Sinoeng menambahkan,saat ini menanamkan nasionalisme dan patriotisme ke jiwa anak muda sudah mulai pergeseran. “Kalau dulu melalui kegiatan penataran P4. Sekarang sistemnya learning by doing. Misalnya mereka dengan sendirinya menggelar musyawarah,” tambahnya.**Tomo