Tajam News

Mentri Agama Bacakan Puisi Untuk Mbah Moen

REMBANG,mediatajam.com  – Sepeninggal ulama kharismatik sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Sarang KH. Maimoen Zubair saat proses ibadah haji beberapa waktu lalu memang masih menjadi kesedihan bagi bangsa Indonesia. Khsusnya umat muslim.

Mengingat kiai yang memang menjadi suri tauladan ini selalu ditunggu fatwanya ataupun juga arahan untuk selalu menjaga NKRI ini.

Tak ayal, mereka para ulama, santri, masyarakat bahkan pejabat pun ingin sekali menggelar doa bersama ataupun kegiatan untuk mengenang Mbah Moen ini.

Mentri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin misalnya, ia membuatkan puisi khusus untuk Mbah Moen yang berjudul “Suatu Selasa di Makkah”.

Puisi itu langsung dibacakan Menteri Lukman Hakim pada saat peluncuran buku antologi puisi, berjudul “Selasa di Pekuburan Ma’la”.

Selaian itu, acara yang digelar pada Kamis (12/9) malam, di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibien, Leteh-Rembang itu, sekaligus dalam rangka peringatan 40 hari wafatnya Mbah Moen.

Tak hanya itu saja, sebelum membaca puisi Lukman sempat mengenang tentang bagaimana saat proses pemakaman Kiai Pemersatu Bangsa tersebut.

Ia menceritakan, bahwa proses pengurusan pemakaman Mbah Moen saat di Makkah berjalan begitu lancar.

“Karna ketika Beliau (Kiai Maimoen), di hari Selasa itu meninggalkan kita semua. Di negeri orang, di suatu tempat yang budayanya, tradisinya, bahasanya, iklimnya, segala aturan regulasinya, itu berbeda sama sekali dengan yang kita alami selama ini di Tanah Air. Tapi sekali lagi alhamdulillah selama prosesi pengurusan Almarhum Al Maghfurlah (Kiai Maimun), itu begitu lancar,” kata Menteri Agama RI.

Di sisi lain, ia juga mengaku diminta oleh Candra Malik seorang penyair populer, untuk memberikan sambutan sekaligus membuat puisi dan membacakannya secara langsung saat acara peluncuran buku “Selasa di Pekuburan Ma’la”.

“Mas Candara Malik meminta saya untuk hadir di sini, memberikan kata sambutan sekaligus membacakan puisi. Saya mencoba membuat tulisan yang saya beri judul, ‘Suatu selasa di Makkah’,” ujarnya.(san)