Tajam News

Musrenbangkab, Program Nasional Jalan Lingkar Rembang – Lasem Jadi Perhatian Pemkab Rembang

REMBANG ,mediatajam.com – Musyawarah Rencana Pembangunan Kabupaten Musrenbangkab ini digelar untuk mendapatkan masukan, usulan dan saran untuk kelengkapan perbaikan dan penyempurnaan rancangan RKPD tahun 2022.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rembang, Dedhy Nugraha saat kegiatan Musrenbangkab Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2022 yang digelar secara virtual untuk pencegahan penularan virus Covid – 19 berlangsung di Pendapa Museum Raden Ayu (RA) Kartini Kamis (25 Maret 2021)

“Forum ini merupakan media rembugan rencana, arah kebijakan dan prioritas pembangunan Kabupaten Rembang 2022 itu bertujuan untuk mendapatkan masukan, usulan dan saran untuk kelengkapan perbaikan dan penyempurnaan rancangan RKPD tahun 2022, ” ungkap Dedhy Nugraha

Dedhy menyebutkan tema pembangunan 2022 yaitu percepatan pemulihan ekonomi melalui penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengembangan ekonomi kreatif. Sedangkan prioritas pembangunan tahun 2022 ditujukan untuk pemantapan tata kelola pemerintahan dan kondusifitas wilayah, peningkatan kualitas hidup dan kapasitas SDM Kabupaten Rembang, percepatan pengurangan kemiskinan dan pengangguran, maupun untuk penguatan inovasi dan daya saing nilai tambah.

Bupati Rembang, H.Abdul Hafidz menyampaikan rencana pembangunan Kabupaten Rembang dititik beratkan pada prioritas program nasional yang tertuang di Peraturan Presiden (Perpres) 79 tahun 2019 salah satunya optimalisasi pemanfaatan Sumber Semen.

“Sesuai dengan RPJP air baku 90% selesai 2025. Karena curah hujan di Kabupaten Rembang sangat rendah. Sumber air semakin kurang. Sehingga perlu ada optimalisasi potensi yang sudah ada. Hari ini adalah air dari Sumber Semen. Yang kemarin sudah Kami usulkan dan sudah dibuatkan Perpres 79 tahun 2019 yaitu optimalisasi air sumber semen. Mudah-mudahan tahun ini semua persyaratan akan kita penuhi dan kita ajukan di tahun 2022, ” terangnya.

Selain itu program nasional yang menjadi perhatian Pemkab Rembang menurut Bupati yaitu pembangunan jalan lingkar Rembang – Lasem.
Karena Kabupaten Rembang menjadi satu-satunya daerah di Jawa – Bali yang belum memiliki Jalur Lingkar.

Lebih lanjut Bupati menyebutkan salah satu masalah sosial yang menjadi perhatian yaitu abrasi. Pasalnya, Kabupaten Rembang mempunyai pesisir pantai sepanjang 63 Kilometer yang membentang antara Kecamatan Kaliori sampai Kecamatan Sarang yang lokasinya berdekatan dengan pemukiman penduduk. Daerah yang dirasa paling parah di Kecamatan Kragan yang panjangnya hampir 6 Kilometer yang mengakibatkan korban baik korban jiwa maupun rumah.(San)