Tajam News

Ngeyel Lelang, Bank Mega di Laporkan ke OJK

Semarang,mediatajam.com – Didik Agus Rofiyanto Warga Rt 003, Rw. 004, Kelurahan/Desa Bumiayu, Kecamatan Wedarijaksa,Kabupaten Pati, hari ini (13/XI/20) datang ke kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jalan Kyai Saleh 22-24, Kota Semarang dengan didampingi pengacaranya Sukarman,SH.MH, Didik Agus Rofiyanto bermaksud melaporkan Bank Mega dan meminta OJK untuk melakukan mediasi.

“Sebelumnya, klien kami memang mempunyai pinjaman sebesar Rp 250.000.000 ( dua ratus lima puluh juta rupiah) dengan memberikan sertikat hak milik (SHM) No 1248 atas nama Didik Agus Rofiyanto seluas 485 meter persegi terletak di Desa Bumiyu, Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati sebagai jaminan.Namun karena situasi pandemic covid19, usaha atau binis madunya sempat macet sehingga tak mampu membayar angsuran,ungkap Karman.

Karman menambahkan, Bank Mega memang mengirimkan surat kepada kami melalui surat nomer 0269/CLSS/SMG/SPL/IX/2020.

Subtansinya memberikan informasi bahwa jaminan kredit sertikat hak milik (SHM) No 1248 atas nama Didik Agus Rofiyanto akan dilakukan lelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan lelang (KPKNL) Semarang, jelasnya.

Karena tanah dan bangunannya diatas nilai 1 milyar jika di jual. Didik Agus Rofiyanto tak rela di lelang. Sehingga meminta bantuan pengacara untuk membantu menyelesaikan seluruh pinjaman agar tidak dilelang.

Pangacara saya sudah mengirimkan surat Bank Mega untuk membatalkan lelang namun demikian belum ada respon.

“Bahkan saya mengecheck ke KPKNL Semarang, namun belum jelas infonya. Pada subtansinya saya ingin menyelesaikan pinjaman agar tidak dilelang, namun Bank Mega belum merespon surat saya, ” jelasnya.

Karman selaku kuasa hukumnya langsung meminta OJK untuk pengaduan sekaligus permohonan mediasi. “Klien saya sudah mempunyai etikat baik untuk menyelesaikan pinjaman, sehingga Bank Mega wajib juga untuk menyelesaikan,” tegasnya. ***SEF/SK