Tajam News

Paguyuban Manunggal Roso Gelar Halal Bi Halal

( KENDAL) MediaTajam.com- Bertempat di Kediaman Mbah Datuk Desa Podosari RT 06 RW 02 Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal Jawa Tengah, Paguyuban Manunggal Roso(majlis Tawassul) mengadakan halal bi halal, Ahad (16/6/19).

Halal bi halal juga bertujuan untuk mempertemukan secara langsung anggota-anggota untuk penguatan kembali relasi sosial kekeluargaan antaranggota. Kegiatan tersebut di isi dengan pengiriman doa untuk para leluhur dan pendahulu, menceritakan sejarah perjuangan para pendahulu, dan ditutup dengan bersalam-salaman saling memaafkan antaranggota.

Hadir diantaranya kyai Arifin dr wonosari, kyai Syaifudin lanji, kyai slamet cepiring,KH. Sudartoha dari Patriot Garuda Nusantara ,Gus muh sukorjo,Gus Wik,koh Kris beserta lainya

Pada kesempatan ini selaku pembimbing padepokan Manunggal Roso Mbah Datuk Lusito berpesan bahwa tidak ada ajaran yang mengajarkan kejelekan apa pun yang mengajarkan kejelekan, berbuat jahat, atau hal-hal yang menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku.
Tokoh ksatria akan berhasil dalam hidupnya dan mencapai cita-cita ideal jika didasari sebuah pikiran jernih (cipta), hati tulus (rasa), kehendak, tekad bulat (karsa) dan mau bekerja keras (karya).
Simbolisasi ksatria dan empat abdinya, serupa dengan ngelmu sedulur papat lima pancer. Sedulur papat adalah panakawan, lima pancer adalah ksatriya.Ujarnya

Ia mengatakan Rasulullah Saw bersabda: خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ (Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya).

Dengan memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri.

Allah Swt berfirman
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ. Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri, tutunya.

Selain Itu mbah Imam(Godril) menuturkan manunggal roso ,jalan kangge kawedi kaweruh(istropeksi pada diri sendiri)menunggso iku panguripane(manusia harus mengerti makna kehidupan)
tunggal Roso kulo lan panjengan kedah ngerti “sejatineroso saget ngerti Roso engkang Jati,milah roso tumugi Roso Sejati”.

Halal bi halal juga menjadi bagian Menggabungkan Tulang yang terpisah melebur Menjadi satu Pintu langit(Pintu Maaf) sebagai momentum yang ditunggu-tunggu oleh Persaudaraan dan Rawat Tali silaturahmi jangan sampai Terputus,Imbuhnya (*M.syifak