Tajam News

Pembangunan Selesai Tahun 2010 Status Bendungan Tak Jelas Kades Panohan Akan Temui Bupati Rembang

Rembang,mediatajam.com – Kepala Desa (Kades) Panohan Kecamatan Gunem Amir Fuad dalam waktu dekat akan menemui Bupati Rembang H.Abdul Hafidz

Tujuannya untuk mempertanyakan kejelasan status Bendungan Panohan yang pembangunannya telah lama selesai di kerjakan namun belum bisa dimanfaatkan oleh siapapun.

Dalam agenda itu Kades Panohan Amir Fuad berencana akan menggandeng pihak Perhutani dan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana untuk dapat mendampinginya.
Untuk mempercepat kejelasan pemanfaatan Bendungan Panohan

Sebelum menemui Bupati Rembang Kepala Desa Panohan Amir Fuad beserta jajarannya dan Karang Taruna Desa Panohan menggelar rapat pertemuan dengan mengundang Camat Gunem Ahmad Sulkan, Junior Manager Bisnis (JMB) Soetriswanto, Sub Seksi Komper Ismartoyo, Kapolsek Gunem Iptu Joko Susilo SH, Danramil Gunem Kapten Inf. Kun Muhandis
Adapun tujuan digelarnya pertemuan bersama itu untuk mempercepat kejelasan status pengelolaan dan penggunaan Bendungan Panohan.

Administratur KPH Mantingan Widodo Budi Santoso melalui JMB Soetriswanto menjelaskan bahwa Perhutani bersama BBWS Pemali Juana pada prinsipnya siap membantu Kades Panohan untuk menghadap Bupati Rembang untuk mempertanyakan status kejelasan Bendungan Panohan.

Proyek Bendungan Panohan yang dibangun awal tahu 2007 sebetulnya sudah selesai tahun tahun 2009 lali Namun , sampai sekarang belum jelas statusnya.

Sehingga kami juga belum bisa mengoptimalkan Bendungan Panohan yang pembangunannya memakan kawasan hutan seluas 76,2 hektar sesuai dengan pengajuan pembangunan Bendungan.

Kalau sesuai dengan berita Acara pemeriksaan Lapangan Tahun 2011 luasnya mencapai 39,1716 hektar yang meliputi areal genangan waduk 35.9960 hektar  untuk jalan 0,1756 hektar. Sampai akhir tahun 2020 Perhutani belum dapat hitungan ganti rugi tegakan dari Pemkab Rembang sebesar 5 Milyard. sesuai hitungan dari Biro Perencanaan di Salatiga.

Kepala Desa Panohan Amir Fuad menjelaskan bahwa Pembangunan Waduk Panohan itu kan selesai sekitar tahun 2010. Tetapi sampai sekarang warga kami yang berhimpitan dengan Bendungan belum bisa mengoptimalkan Bendungan Panohan .

Padahal warga kami ingin dalam areal bendungan dan sekitarnya bisa dimanfaatkan oleh warga sebagai aset wisata desa untuk memperlancar dan menambah gairah ekonomi didesa Panohan.

Kami akan mencoba untuk merapat ke Bupati Rembang untuk mohon informasi status kejelasan Bendungan Panohan. Kami hanya ingin memanfaatkan dan bukan merubah ataupun menambah bangunan permanen karena ini merupakan Kawasan sepadan Sungai. atau kawasan perlindungan sesuai dengan peta di Perhutani” lanjut Amir Fuad , kami ingin pemanfaatanya bisa segera direalisasikan dan digunakan oleh warga sekitar desa Panohan. “beber Fuad Amir.

Penjaga Bendungan yang tidak mau disebut namanya  mengatakan .

Kami hanya bersifat  menjaga dan mengawasi Bendungan saja.”Lanjut dia, kalau ada surat permintaan untuk menggunakan lahan kami tidak berani memberikan ijin karena belum ada payung hukumnya. dan kami sarankan untuk ke kawasan lain. (San)