Peristiwa

Pemuda Katolik Jateng-DIY Sambangi Pondok Pancasila Weleri PP.Al-Istiqomah Penaruban

Kendal,mediatajam.com – Ratusan Pelajar Katolik Se Keuskupan Agung Semarang, Organisasi pelajar katolik (OPK) JARKOM Ke-26 Di Gereja ST.Martinus Weleri,dengan Missi Menjaga Toleransi Antar Umat Beragama Perwakilan 15 Tim Bersilaturahmi Ke PP.Al-Istiqomah di Penaruban,Weleri,Kabupaten Kendal Jawa Tengah (6/7/2019) Sabtu.

Ketua Umum Y.Tedy Sukono, menuturkan JARKOM XLII ini benar-benar menjadi ajang Kalian semua generasi muda Katolik, dalam membangun relasi dan Komunikasi diantaranya orang Muda Katolik kepada sahabat muslim khususnya menjaga kebersamaan dan menjaga ideologi Bangsa indonesai sebagai wujud cita-cita Bangsa.

Kunjungan di pesantren dengan sharing berbagi kehidupan di Pondok pesantren serta melakukan kegiatan bersama dengan kerja bakti bersama pondok pesantren,Pengalaman berharga bagi peserta yang mengikuti, ungkap Fr.Thomas

“Walaupun berbeda-beda tapi satu jua”.
Gus Ali,Menuturkan Bangsa kita yg besar ini,dengan multi Etnis Ras suku bahasa dan agama ,dan segala macam bentuk perbedaan lain nya,bukan menjadikan pecahnya persatuan dan kesatuan. Akan tetapi menjadi warna yg saling mengisi dan mewarnai antara yg satu dg yg lain nya.

Ponpes al istiqomah adalah pesantren yg terbuka, Sebagai wadah dan media pencerah anak bangsa untuk senantiasa hidup rukun,saling merangkul tanpa memukul,

Menambahkan,Pendidikan pesantren Al istiqomah berbeda dengan pendidikan di sekolah-sekolah formal, di% mana dalam pesantren di tekankan dan di ajari,serta di praktikkan sikap ,adab yg penuh ke tawadlu’an saling mengasihi dan menolong.Imbuhnya.

Selain itu,Sunniyya Ruhama selaku guru dari PP Al- Istiqomah (Pondok Pancasila) Saya sangat menyambut baik kegiatan tersebut. Kiranya hal ini bisa dilanggengkan dengan saling silaturahim sebagai sesama anak bangsa.

Tidak hanya terbatas pada kedua komunitas ini saja melainkan bisa meluas kepada komunitas keagaamaan lainnya.

” identitas keagamaan saat ini memiliki sensitivitas lebih tinggi dari lainnya. Sangat mudah disulut dan dijadikan celah bagi perpecahan”.

Dengan saling mengenal, saling akrab, akan menjadi jembatan untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia khususnya di wilayah Kabupaten Kendal,Pungkasnya (M.syifak)