Tajam News

Permasalahan Bahasa, Menjadi Kendala Utama Bagi Pekerja Migran Indonesia

Kepala BP2MI Jateng AB Rachman paling kiri,saat menjadi Narasumber acatra Prime Topik di Hotel Noormans Semarang pagi tadi,Foto(Moh Utomo)

Semarang.Mediatajam .Com.Hingga saat ini Bekerja di luar negeri masih cukup menggiurkan karena gaji yang diberikan jauh lebih tinggi dibandingkan di negeri sendiri. Namun, banyak juga kendala yang dihadapi para tenaga kerja Indonesia (TKI) saat berada di luar negeri salah satunya masalah Bahasa.

“Masalah terbesar itu sebenarnya ada di persiapan,persiapan itu artinya sebelum dia berangkat jika persipan bagus 80 persen saya yakin tidak akan ada masalah,utamanya secara teknis adalah masalah bahasa yang menurut saya sangat jeblok,”ujar AB Rachman selaku kepala BP2MI Jateng dalam Prime Topik dengan tema’Menakar Peluang Pekerja di Mancanegara’yang di siarkan langsung Radio MNC Trijaya FM di Hotel Noormans Semarang .Jum,at (23/10/2020).

AB,Rachman menjelaskan,terkait permasalahan bahasi ini menurutnya sudah terjadi sejak dari dulu dan hampir di semua lini belum tersentuh maka tidak heran kalau masalah bahasa ini sangat jeblok

“Ini maaf saya ngomong ya,apasih yang di lakukan pemerintah pusat terhadap keterampilan bahasa itu Wallohu ‘aklam,apasih yang di lakukan pemerintah pusat terhadap kukurangan bahasa tadi,ya Wallohu’aklam juga sama sampai ke lefel desa juga sama.”ungkap Rachman.

Untuk itu Lanjut Rachman,sekarang ini adalah momentum bagus untuk membenahi permasalahan permasalah terkait keterampilan bahasa karena,tidak hanya sosialisasi saja yang di butuhkan namun juga di perlukan tindakan nyata /action.

“Jadi nanti akan ada pembagian apa yang di lakukan pemerintah,apa yang di lakukan DPR,Masyarakat termasuk biaya atas kekurangan tadi.misal ada orang yang bakat tapi biayanya tidak punya itukan problem juga ahirnya masuk rentenir menjadi problem juga di keluarga ,kalau keluarganya sudah problem nanti orang itu bekerja di sana pasti akan timbul masalah.jadi persiapan salah satunya bahasa itu kalau sudak yes ok ,saya yakin kesana itu pasti ya, yes ok.”paparnya.

Sementara,Komisi E DPRD Jateng Endro Dwi Cahyono menambahkan,Berbicara mengenai penempatan migran ke luar negeri ini menurutnya di bahas hingga satu setengah jam pun tidak akan kelar mengingat permasalahan ini sangatlah komplek.

“Jadi karena sekarang posisi saya sebagai anggota DPRD lebih menyoroti bagaimana menyelesaikan masalah khususnya di Jawa Tengah tidah hanya fokus di satu titik artinya saya kembali bahwa sekarang dengan adanya pandemi menurut data yang di dapat dari kementrian tenaga kerja pengangguran kurang lebih ada 10 juta lebih ,ini kan kita harus kroyoan untuk gotong royong menyelesaikan permasahan bersama,”Jelasnya.

“Tadi di sampaikan kendala tenaga kerja kita yang ingin ke luar negeri untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus itu adalah nomer satu bahasa,nomer dua Keahlian komputer ,dan yang ke ketiga adalah masalah biaya,namun karena bahasa inilah yang menyebabkan kita kalah bersaing dengan negara lain seperti Filipina,dan Thailad maka saya berharap kedepan pemerintah bisa lepih open lagi ,”pungkas Endro..**Tomo